LUPA MENCARI ARTI HIDUP

LUPA MENCARI ARTI HIDUP

"Aku sedih memikirkan diriku."

"Sedih kenapa?"

"Ya, hari ini, usiaku sudah 75. Aku masih belum memahami diriku."

"Bukankah dirimu orang yang sangat sukses, dan menjadi orang terhormat di kota ini?"

"Terhormat? Betul, aku orang yang sangat dihormati. Sejak muda aku telah berjuang untuk meraih dan memiliki semua yang ada di dunia ini, agar aku dihormati. Aku berhasil mendapatkan semua kehormatan dan pujian kehidupan."

"Kau orang yang hebat dan aku sangat kagum kepadamu, tapi apa yang membuat kau masih belum memahami dirimu. Bukankah kau seorang pemimpin hebat yang telah mengajari kami semua cara untuk menjadi yang terbaik?"

"Aku lupa untuk mencari makna hidupku."

"Kaukan pribadi yang tercerahkan, yang sangat taat beragama, dan sering bersyukur dalam kerendahhatian."

"Yah, kau benar. Aku telah banyak berdoa dan memohon ampun kepada Tuhan. Tapi, aku lupa untuk mencari arti hidup tentang keberadaanku dalam hidupku."

"Bukankah kau telah mengabdikan dirimu untuk pekerjaan yang kau cintai, dan kau telah menciptakan maha karya yang membuat namamu akan selalu abadi di hati kami, dan generasi di bawah kami?"

"Betul, aku sendiri tidak meragukan diriku telah sangat sukses dan sangat dihormati. Tapi, ada yang terlupakan dalam pencarian hidupku."

"Apa itu?"

"Aku lupa untuk merasakan cinta sejati dari kehidupan. Aku lupa menyatu dengan semua kehidupan. Aku hanya mampu menjadi orang kaya yang bertamu untuk melihat keindahan. Tapi, aku lupa untuk mendapatkan cinta dari keindahan isi bumi yang aku kagumi. Aku terperangkap oleh waktu dan ruang. Hidupku, aku habiskan dari rumah ke kantor, dari kantor ke rumah, dari bandara satu ke bandara yang lain. Aku sangat sibuk menjadi pelayan setia pekerjaanku. Dan, aku lupa untuk memberikan perhatian buat jiwa terdalamku."

"Aku belum bisa memahamimu, kau memiliki segalanya, kau telah berwisata ke seluruh penjuru dunia, semua pemandangan terindah telah kau lihat dan merasakannya. Apakah itu pertanda bahwa kau tidak bersyukur terhadap semua kenikmatan dan kemudahan yang telah Tuhan berikan kepadamu?"

"Makanya, aku bilang, aku belum bisa memahami diriku. Ada yang belum aku miliki, hidupku terasa masih belum lengkap. Tapi, waktu terus berlari. Dan, dalam usiaku yang setua ini, aku kehilangan kepercayaan diri untuk berlari bersama waktu untuk menemukan arti hidupku."

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra