"Kelemahan Seorang Anggota Tim Dengan Sangat Mudah Dapat Diseimbangkan Melalui Kekuatan Anggota Tim Yang Lainnya. Tetapi, Saat Para Anggota Tim Memiliki Kekuatan Yang Sama Kuat, Maka Mereka Akan Bersikap Dominan Untuk Bersaing, Bukan Untuk Bekerja Sama." - Djajendra

KOMPETENSI ANGGOTA TIM YANG SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN KINERJA

"Kelemahan Seorang Anggota Tim Dengan Sangat Mudah Dapat Diseimbangkan Melalui Kekuatan Anggota Tim Yang Lainnya. Tetapi, Saat Para Anggota Tim Memiliki Kekuatan Yang Sama Kuat, Maka Mereka Akan Bersikap Dominan Untuk Bersaing, Bukan Untuk Bekerja Sama." - Djajendra

Sudahkah tim melakukan tugas untuk mencapai tujuan dengan sepenuhnya? Sudahkah setiap anggota tim diberikan peran, tanggung jawab, dan motivasi yang jelas?

Mungkin Anda merasa telah memberikan segala keperluan tim untuk meningkatkan kinerja, tapi tim belum memberikan potensi penuh untuk kinerja terbaik.

Salah satu tantangan yang selalu muncul dalam kerja tim, adalah, adanya anggota tim yang tidak tekun untuk menyelesaikan tugas seperti yang diharapkan oleh tim.

Kenapa hal ini bisa terjadi, padahal semua keperluan tim telah diberikan secara baik?

Biasanya, titik kelemahan dalam kerja tim adalah tidak semua anggota tim diberikan gambaran jelas dan luas tentang visi tim, sehingga visi anggota tim hanya sebatas tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Bila visi dan wawasan anggota tim hanya sebatas tugas dan tanggung jawab; maka anggota tim akan berperilaku, berkontribusi dan saling berhubungan sebatas visi dan wawasan yang dia miliki.

Dan hal ini akan berdampak kurang efektif saat tim membutuhkan seluruh anggota tim untuk bekerja sesuai arah visi dan wawasan dari organisasi atau pun sesuai misi tim secara utuh.

Karena, sebagian besar dari anggota tim telah terbiasa melalui rutinitas untuk hanya bekerja dan menguasai sebatas tugas dan tanggung jawabnya saja.

Peran anggota tim harus terlihat melalui perilaku yang dapat diamati, khususnya tentang peran kontribusi anggota tim yang sesuai dengan harapan dan keinginan tim.

Bila pimpinan tim cerdas melihat perilaku dari peran anggota tim, maka setiap kekurangan dari anggota dapat diatasi melalui komunikasi dan panduan yang membimbing para anggota tim untuk bekerja sesuai visi besar tim atau organisasi.

Hal ini dapat mendorong para anggota tim untuk tidak membatasi kontribusi mereka sebatas tugas dan tanggung jawab, tapi dapat membuka wawasan dan pengetahuan mereka untuk tidak mengorbankan gambaran besar tim dalam kerja sama yang lebih besar.

Pimpinan tim harus dapat memainkan perannya sebagai motivator yang selalu menjaga keseimbangan dari gaya, peran, cara kerja, perilaku, komunikasi, dan kontribusi para anggota tim.

Kelemahan seorang anggota tim dengan sangat mudah dapat diseimbangkan melalui kekuatan anggota tim yang lainnya. Tetapi, saat para anggota tim memiliki kekuatan yang sama kuat, maka mereka akan bersikap dominan untuk bersaing, bukan untuk bekerja sama.

Bila para anggota tim mulai saling bersaing oleh kekuatan dan keunggulan masing-masing, maka pimpinan tim tidak boleh berdiam diri dalam melihat adanya kelemahan di dalam kekuatan individu anggota tim untuk kerja sama.

DJAJENDRA