KEBAIKAN UANG

KEBAIKAN UANG

Seorang kakek sepuh, sudah berusia lebih sembilan puluh tahun, duduk di kursi roda, dan sedang berjemur bersama matahari pagi.

Kakek ini sangat bijak dan pintar bertutur kata. Dalam kondisi fisik stroke, beliau masih bisa bercanda.

Setiap pagi, kakek ditemani oleh tiga orang pembantu yang dengan sangat tekun memberikan terapi pijat.

Pagi hari, kadang-kadang saya suka berolahraga bola basket. Sewaktu berjalan menuju lapangan basket, saya harus melalui si kakek.

Bila berpapasan dengan saya, si kakek pasti akan menegur dan dengan sangat cepat melibatkan saya untuk mengobrol dengannya.

Pagi ini, si kakek sedang ingat uang, dan berbicara tentang kebaikan uang.

"Uang adalah penolong dan yang merawat aku." Kata kakek.

"Semua orang ini mau membantu saya, karena saya bayar dengan sangat mahal. Sekali terapi, saya bayar mereka Rp.600.000,-. Bayangkan, berapa banyak uang yang mereka sedot dari saya." Kata kakek sambil bercanda.

"Mereka-mereka ini kalau ada duit ada terapi, kalau tidak ada duit tidak ada terapi." Kata kakek sambil menunjuk para terapis pijat.

"Saya pernah dua bulan tidak terapi, karena tidak punya uang." Kata kakek.

"Mereka lupa sama saya, kalau saya tidak punya uang. Uanglah yang merawat aku." Kata kakek.

Sudah lima belas menit saya berdiri sambil memeluk bola basket, dan mendengarkan si kakek. Lalu, sambil tersenyum, pamit sama si kakek, karena harus main basket.

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra