"Kalau kau tidak bugar, aku tidak akan menurunkanmu sebagai pemain inti."

DARI PINGGIR LAPANGAN SEPAK BOLA

Dialog ini terjadi di pinggir lapangan sepak bola, antara pelatih dengan seorang pemain inti. Mari kita dengarkan pembicaraan kedua orang tersebut.

"Kalau kau tidak bugar, aku tidak akan menurunkanmu sebagai pemain inti."

"Aku sangat bugar, setiap hari sudah berlatih dengan sangat tekun, aku tidur sudah sangat pulas, untuk membuat kebugaranku terasa luar biasa."

"Tim kita sedang bermain dikompetisi level tinggi, kau harus selalu konsisten dan harus membuktikan dirimu sangat bugar untuk mencetak banyak gol."

"Ya, aku pasti membuktikan, dan mencetak banyak gol untuk kemenangan tim."

"Bagus, tapi aku yang menentukan, apakah kau bugar dan pantas untuk diturunkan dalam tim inti."

"Aku berjanji, kalau aku diturunkan dalam tim inti, aku akan mencetak banyak gol, dan menempatkan tim di puncak klasemen kemenangan."

"Permainan cantik, penampilan gemilang, dan kemenangan besar harus kau tunjukkan secara konsisten. Aku sebagai pelatih bertanggung jawab untuk membuat para supporter pulang dengan kemenangan, jadi bermainlah untuk kemenangan yang luar biasa, agar supporter merasa menang."

"Bukankah kemenangan itu milik tim kita, kenapa harus supporter yang pulang dengan kemenangan?"

"Kau terkenal dan menjadi pemain besar seperti sekarang karena kau dikagumi supporter. Semua latihan dan kerja kerasmu dalam sepak bola untuk kau persembahkan kepada para supporter. Jadi, tetaplah bugar, raih gol demi gol, jaga kecerdasan emosimu dilapangan demi sensitivitas supporter."

"Betul, aku selalu mendapatkan gairah bermain saat supporter memberikan teriakan-teriakan motivasi yang luar biasa, dan mereka telah membuat aku sangat terkenal sebagai pemain."

"Bagus, kau harus selalu tampil bugar untuk bermain indah dan luar biasa energik, agar para supporter tidak kecewa."

"Aku adalah pemain yang selalu patuh pada apa kata pelatih. Aku tahu, pemain adalah prajurit yang tidak boleh kehilangan kebugaran dan kekuatan untuk menjadi yang terbaik diposisinya. Aku selalu siap untuk bermain dengan strategi dan taktik apapun sesuai instruksi pelatih."

"Bagus, kau adalah pemain kebangganku. Aku selalu menghormati sikap profesionalmu. Kau harus selalu kuat dan bugar, agar aku selalu bisa bangga dan menghormati dirimu sebagai pemain terbaik."

DJAJENDRA