JANGAN MENABUNG MARAH

JANGAN MENABUNG MARAH

"Mama, jangan pake baju itu. Papa tidak suka."

"Tapi, pa! Ini baju kesukaan mama."

"Mama, dengarkan kata-kata papa, tidak pantas untuk mama! Papa malu sama teman-teman papa kalau mama pake baju itu."

Si isteri diam dan menurut si suami. Tapi, dalam hati, si isteri merasa kecewa. Nah, kecewa adalah benih marah.

Beberapa hari kemudian, saat suami dan isteri sedang makan siang.

"Papa! Berapa kali mama sudah ingatkan kepada papa, jangan jorok kalau makan, yang bersih! Ngerti enggak sih, tentang etika makan?"

Si suami diam, tapi merasa sakit hati. Nah, sakit hati adalah benih marah.
Beberapa bulan kemudian. Saat isteri ingin menonton di bioskop.

"Pa, mama mau nonton film. Ayo pa, temani mama."

"Ngapain nonton di bioskop, ma? Kan, kita sudah punya dvd, ayo ma, kita beli vcdnya saja."

Si isteri diam, dalam hati merasa tidak dimengerti. Nah, tidak dimengerti adalah benih marah.

Demikianlah, kedua suami isteri itu, dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, suka menabung benih marah.

Walaupun dalam keseharian rumah tangga mereka kelihatan sangat kompak dan harmonis. Tapi, setelah puluhan tahun kemudian, tabungan benih marah ini telah berjumlah sangat besar.

Benih marah telah bunga-berbunga di dalam tabungan pikiran bawah sadar si suami dan si isteri. Sehingga, kekompakkan dan keharmonisan yang terlihat selama ini, harus berakhir dengan kisah sedih.

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra