Bila seseorang sudah terlalu lama berada dalam kekurangan dan tekanan hidup, maka dia berpotensi kehilangan semangat hidup.

MENGHIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT UNTUK SUKSES

Bila seseorang sudah terlalu lama berada dalam kekurangan dan tekanan hidup, maka dia berpotensi kehilangan semangat hidup.

Kekurangan dan tekanan hidup tidaklah bersifat permanen, tapi hanya bersifat sementara; sampai diri bisa menemukan jalan keluar untuk kembali ke jalur kehidupan produktif yang berkecukupan.

Persoalannya, sering sekali seseorang setelah terjatuh ke dalam kekurangan, dia sulit bangkit kembali. Apalagi bila tidak ada orang-orang terdekat yang mampu menjadi motivator, untuk membangkitkan semangat dirinya, agar dia dapat kembali meraih kehidupan yang berkecukupan.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan sebuah keluarga yang merasa sangat sulit untuk bangkit kembali dari kekurangan. Dimana, pada satu masa, mereka adalah keluarga terkaya di daerah mereka.

Setelah mengalami cobaan yang sangat panjang dalam kehidupan ekonomi, mereka berpikiran dan berkeyakinan bahwa hidup dalam kekurangan sudah menjadi garis kehidupan mereka.

Sepertinya, pikiran dan keyakinan mereka tentang garis kehidupan sudah sangat mengakar di mindset, sehingga tidaklah mudah untuk membangkitkan semangat mereka untuk meraih sukses.

Dalam pertemuan dengan keluarga tersebut, saya katakan kepada mereka bahwa tidak selalu seseorang akan berada di puncak kejayaan secara terus-menerus, kadang-kadang harus turun dulu hingga ke tangga kehidupan yang paling dasar.

Tapi, turun ke tangga kehidupan yang paling dasar bukan berarti harus berdiam diri dan menangisi kenyataan.

Bila diri sudah terlanjur turun hingga ke tangga kehidupan yang paling dasar, maka disinilah diperlukan daya tahan mental, jiwa besar, dan sikap pantang menyerah.

Setelahnya, memotivasi diri dan keluarga untuk bangkit berjuang total, dan mengembalikan diri ke jalan yang mengarahkan diri menuju sukses, walaupun itu harus selangkah demi selangkah.

Jatuh dalam kehidupan berarti harus belajar kembali untuk kehidupan baru yang lebih bijaksana.

Pertama, kembalikan dulu semangat juang ke dalam diri. Lalu, fokuskan semua energi dan potensi, untuk merebut kembali sukses secara bertahap melalui kesabaran dan ketabahan.

Setiap orang dilahirkan untuk menikmati keberkecukupan dan kebahagiaan dalam kehidupan masing-masing. Oleh karena itu, bila kegagalan dan kesulitan hadir dalam hidup, maka tidaklah boleh diam dan menggerutu.

Tapi, harus berjuang kembali dengan cara-cara baru yang lebih terencana untuk meraih sukses yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Semangat kemenangan harus terus dihidupkan dalam diri agar diri tidak terperosok dalam pikiran gagal.

Semangat menggerutu harus dihilangkan dengan cara memperbanyak nilai-nilai kehidupan positif, yang mengarahkan diri untuk memaksimalkan semangat kemenangan dalam diri.

Setiap orang yang mau berjuang untuk kehidupannya, dan yang mau menghidupkan kembali semangat kemenangan dalam dirinya, pasti akan bangkit kembali dengan kualitas kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Kegagalan di satu titik bukanlah berarti kegagalan di titik berikutnya, kecuali pikiran dan perasaan sudah gagal duluan sebelum berjuang total, untuk meraih sukses dan kemenangan dalam hidup.

Bila sebuah keluarga jatuh dalam kesulitan ekonomi, maka setiap anggota keluarga harus bersatupadu dan mendorong satu sama lain, ke sebuah kehidupan baru yang penuh perjuangan, dan kerja keras, untuk mewujudkan visi kehidupan baru yang lebih cemerlang.

DJAJENDRA