"Sangatlah Bijak Bila Diri Mampu Menerima Kesenangan Sesaat Dari Popularitas Dan Kekuasaan, Serta Merasa Ikhlas Di Saat Diri Kecewa Ketika Tidak Memilikinya." - Djajendra

POPULARITAS DAN KEKUASAAN AKAN DATANG DAN PERGI

"Sangatlah Bijak Bila Diri Mampu Menerima Kesenangan Sesaat Dari Popularitas Dan Kekuasaan, Serta Merasa Ikhlas Di Saat Diri Kecewa Ketika Tidak Memilikinya." - Djajendra

Seorang teman yang berprofesi sebagai penyanyi mengatakan bahwa saat dia bernyanyi di atas panggung, dia menerima tepuk tangan dan pujian yang membuat dirinya merasa sangat berkuasa. Tapi, setelah tirai panggung ditutup dan dia pulang ke rumah, dia mulai merasa kesepian dan tekanan popularitas yang membuat dirinya tidak nyaman.

"Aku merasa sangat berkuasa di atas panggung, tapi di luar panggung batinku sangat sunyi dan merasa terpenjarakan oleh ruang popularitas." Kata dia.

Setiap orang pasti ingin memiliki kekuasaan melalui pekerjaan dan hal-hal yang dilakukan. Sebab, kekuasaan akan mendatangkan penghargaan, kewenangan, kebanggaan, pelayanan, kekayaan, kesejahteraan, dan perhatian. Kekuasaan akan membuat diri memiliki kesempatan untuk mencari pengalaman tertentu yang diinginkan. Kekuasaan akan membuat diri mampu mengekspresikan karakter yang diinginkan melalui panggung kekuasaan.

Menengok pengalaman teman saya yang sangat menikmati kekuasaan di atas panggung, tapi tidak mampu mengatasi perasaan sunyi di luar panggung. Saya berpersepsi bahwa dia sangat cerdas untuk mendapatkan keinginannya dan harga dirinya melalui tepuk tangan dan pujian di atas panggung. Sensasi gemerlap panggung telah meningkatkan rasa percaya dirinya beribu kali, dan begitu panggung di tutup, saat dia harus menghadapi realitas di luar panggung, dia menjadi sangat tidak cerdas untuk memahami diri sejatinya. Dia gagal mengungkapkan perasaan berkuasa dalam dunia nyata, dia terperangkap dalam dunia sunyi.

Perasaan berkuasa harus selalu diseimbangkan melalui kesadaran emosional diri sendiri. Bila diri sejati dikembangkan melalui nilai-nilai kehidupan untuk memenuhi tingkat kesadaran diri yang seimbang, maka diri sejati akan berjuang secara otomatis untuk menerima diri sebagaimana adanya pada setiap situasi dan kondisi.

Dalam kasus teman saya ini, dia sepertinya berjalan dengan keadaan batin yang tidak stabil. Bila saja, dia mau menyempatkan waktu untuk menyelami diri sejatinya, dan menjadi diri sendiri di atas panggung dan di luar panggung, tanpa terperangkap ke dalam ruang kekuasaan dan popularitas; maka dia pasti akan mendapatkan sukacita, kebahagiaan, kedamaian, kreativitas, gairah, motivasi, dan keramaian batin untuk berkarya di segala zaman.

Setiap kekuasaan diri tidak hanya harus menjadi sadar untuk mencari sesuatu di luar diri, tapi juga harus menjadi sangat sadar untuk mengeksplorasi diri sejati, serta cerdas menanamkan nilai-nilai kehidupan yang diinginkan ke dalam diri sejati.
Setiap popularitas dan kekuasaan harus mau menerima kenyataan bahwa popularitas dan kekuasaan akan datang dan pergi, sehingga diperlukan nilai-nilai kehidupan yang mampu menciptakan mind set untuk menerima kesenangan sesaat, dan mengatur diri untuk merasa bersyukur walau perasaan merasa tidak puas dan kecewa ketika tidak memilikinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra