PERLUKAH MENGABAIKAN KRITIKAN YANG MENYAKITKAN HATI?

PERLUKAH MENGABAIKAN KRITIKAN YANG MENYAKITKAN HATI?

Seorang teman bertanya tentang Perlukah dirinya mengabaikan kritikan pedas yang cendrung menyakitkan hatinya.

Saya katakan, coba belajar sesuatu dari kritikan yang menyakitkan itu. Bila kau mengabaikannya, maka kau kehilangan ilmu pengetahuan yang mungkin terselip melalui kritikan itu, untuk membuat dirimu menjadi lebih luar biasa.

Paling mudah, ya, tutup mata dan tutup telinga. Lalu, masa bodoh dengan apa kata orang.

Tetapi, bila kau mengabaikan tanpa belajar sesuatu dari kritikan itu, kau akan kehilangan sebuah peluang untuk melakukan perubahan di dalam perilaku dirimu.

Siapkan jiwa besar melalui emosional yang cerdas, untuk mempelajari makna dibalik kritikan yang menyakitkan hati itu.

Nah, mana tahu, ya. Mungkin saja, ada sebuah rahasia yang luar biasa untuk membuat diri mu lebih sadar setelah memahami maksud dari kritikan tersebut.
Menurut saya, lebih baik kau mendapatkan beberapa kritikan daripada jutaan pujian, yang mungkin membuat kau kehilangan kesadaran karena mabuk pujian.

Kalau kritikan itu, seperti meminum air rebusan daun sambiloto, bahasa medisnya Andrographis paniculata Ness. Mau tahu rasanya? Cobalah diminum! Nanti kau tahu rasanya seperti apa. Tapi, air rebusan daun sambiloto adalah obat dengan berbagai khasiat yang menyembuhkan banyak penyakit. Termasuk, membuat kita selalu sadar dengan rasanya.

Nah, Begitulah yang saya katakan kepada temanku untuk mau menerima kritikan dengan penuh kesadaran. Temanku senang mendengarkan saranku, bagaimana dengan Anda?

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra