"Manfaatkan Waktu Mudamu Untuk Melatih Dirimu Dengan Disiplin Yang Tinggi, Agar Dirimu Tersadarkan Untuk Dapat Diselaraskan Dengan Visi Dan Misi Hidupmu." - Djajendra

JANGAN MENGHABISKAN WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG TIDAK SEJALAN DENGAN VISI HIDUP

"Manfaatkan Waktu Mudamu Untuk Melatih Dirimu Dengan Disiplin Yang Tinggi, Agar Dirimu Tersadarkan Untuk Dapat Diselaraskan Dengan Visi Dan Misi Hidupmu." - Djajendra

Apakah Anda senang dengan kebiasaan sehari-hari yang tidak nyambung dengan visi dan misi hidup yang Anda rencanakan? Bila ya, Anda sebaiknya kembali bekerja untuk realitas yang Anda ingin temukan. Jangan biarkan waktu Anda dihabiskan untuk sekedar mencari kesenangan dalam kesibukan sehari-hari, serta membuat diri terperangkap ke dalam rasa malas untuk menemukan visi hidup.

Bila setiap hari waktu produktif dibuang percuma untuk sekedar membuat diri merasa senang dan sibuk, maka perilaku ini akan menjadi kebiasaan yang mengaburkan visi kehidupan diri. Kesenangan dan kesibukan diri yang tidak selaras dengan visi hidup, akan menjadi beban yang menghalangi diri menuju visi yang diinginkan.

Hari minggu kemarin, saat saya menghadiri sebuah acara di daerah Depok, saya bertemu dengan seseorang yang merasa bahwa dia telah kehilangan waktu tiga puluh tahun untuk mencapai visi hidupnya. Awalnya, saya heran bagaimana mungkin seseorang dengan kesadaran diri yang tinggi bisa kehilangan waktu sekian lama. Tetapi, setelah dia bercerita, baru saya sadar, bahwa masa muda orang tersebut terperangkap dalam kesenangan dan kesibukan sehari-hari, yang membuat dirinya lupa untuk mempersiapkan dirinya untuk dapat sampai ke visi kehidupan yang dia inginkan.

Setiap hari bersenang-senang dengan keadaan yang memanjakan diri adalah sebuah perangkap yang akan membuat diri berputar-putar di pusat kesenangan sesaat. Memiliki kesadaran diri melalui disiplin diri yang tinggi, untuk mempersiapkan diri menuju visi yang diinginkan, merupakan sebuah proses hidup yang harus dikerjakan dengan sadar melalui integritas diri yang tinggi.

Bersenang-senang tidaklah sama dengan bahagia. Kebahagiaan hanya dapat ditemukan melalui kebijaksanaan hidup, yang dipraktekkan setiap hari sesuai dengan nilai-nilai kehidupan, yang searah dengan visi kehidupan yang diinginkan. Bila setiap hari Anda membuang waktu Anda hanya untuk mendapatkan kesenangan dan kesibukan, maka kesenangan dan kesibukan itu belum tentu akan mengakumulasikan kebahagiaan, tapi malah bisa memberikan hasil akhir yang tidak membahagiakan diri.

Saat orang yang merasa kehilangan waktu tiga puluh tahun untuk menemukan visi hidup dirinya itu tersadarkan, dia sudah terlanjur menjadi tua. Usianya sudah 60 tahun, dan tenaganya sudah mulai menurun. “Nasi sudah menjadi bubur. Aku sangat menyesali masa mudaku hanya aku gunakan untuk menjadi orang super sibuk, dan merasa bangga mendapatkan kesenangan dari rutinitasku. Hari ini, aku baru sadar, ternyata aku tidak mempersiapkan diriku untuk hidup dalam visi hidupku.” Kata orang tersebut sambil menyesali kehidupan dirinya.

Menjadi sadar sangatlah tidak mudah. Moral kehidupan dan nasehat baik sering sekali akan diabaikan saat diri dalam kesenangan dan kesibukan rutinitas hidup. Sangatlah mudah untuk menghabiskan waktu untuk hal-hal yang mendatangkan kenikmatan hidup sesaat. Dan, disaat yang bersamaan akan menjadi sangat sulit untuk menjadi orang yang tersadarkan untuk menjalani hidup sesuai arah visi yang diinginkan.

Banyak realitas menunjukkan bahwa orang-orang baru mulai tersadarkan, saat diri mereka terjatuh tak berdaya dalam kesulitan hidup. Dalam kesenangan dan kesibukan diri, kesadaran tertinggi diri selalu sulit muncul. Tetapi, bila dengan sengaja dilakukan pencarian diri sejati, maka biasanya kesadaran diri akan muncul untuk membimbing diri sejati menuju visi kehidupannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra