"Ketika Sebuah Produk Unggul Di Pasar, Para Kompetitor Akan Mengatur Strategi Untuk Menciptakan Produk Tandingan." - Djajendra

KOPI LUWAK MENGGOYANG PASAR KOPI

"Ketika Sebuah Produk Unggul Di Pasar, Para Kompetitor Akan Mengatur Strategi Untuk Menciptakan Produk Tandingan." - Djajendra

Selama ini pikiran saya terisi oleh informasi bahwa kopi luwak Indonesia adalah kopi termahal di dunia. Harga kopi luwak yang berkualitas tinggi per 100 gram bisa mencapai empat ratus ribu rupiah. Beberapa hari yang lalu saya berbelanja di supermarket dan menemukan kopi luwak di jual seharga delapan ribu rupiah per 185 gram. “Wah murah sekali kopi luwaknya.” Itulah ucapan pertama yang keluar dari pikiran saya.

Kopi luwak dihasilkan dari kotoran luwak atau musang. Luwak atau musang yang doyan makan biji kopi tidak mampu mencerna biji kopi, dan saat buang kotoran, biji kopi keluar bersama kotoran luwak. Biji-biji kopi dari kotoran luwak inilah yang dipungut lalu diproses untuk menghasilkan kopi luwak.

Sekarang ini, banyak orang berbisnis untuk menghasilkan kopi luwak dengan cara memelihara luwak. Ada dua cara yang digunakan, cara pertama adalah melepas luwak di kebun kopi dan membiarkan luwak-luwak memakan biji–biji kopi yang matang. Cara kedua adalah mengkandangkan luwak dan dikasih makan biji-biji kopi matang. Kedua cara ini bertujuan agar luwak-luwak bisa menghasilkan banyak biji kopi melalui kotorannya.

Setelah membeli kopi luwak dari supermarket seharga delapan ribu rupiah, saya langsung menghubungi teman saya seorang pengusaha kopi. Saya ceritakan tentang kopi luwak yang murah di supermarket. Dan teman saya ini langsung bereaksi, dia mengatakan bahwa kopi luwak yang dijual di supermarket itu bukan kopi luwak asli, maksudnya bukan dari hasil kotoran luwak, tapi hanya merek dagang untuk kopi biasa.

"Market lagi panic buying, pak. Banyak orang pikir itu kopi luwak benaran, tapi itu hanya merek dagang." Kata teman saya.

Ternyata kopi luwak yang berharga murah ini sedang laris manis di pasaran, dan menurut teman saya, saat ini pasar kopi sedang goncang oleh kehadiran kopi luwak yang murah.

"Kami sudah membeli sample dari kopi luwak murah ini, dan laboratorium kami sedang mempelajari, dan mungkin kami harus segera merespon tantangan ini." Kata teman saya.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Sebuah produk yang laris manis di pasar pasti akan diawasi oleh para kompetitor, dan mungkin para kompetitor sedang mempelajari fenomena kopi luwak murah.

Setelah kotoran luwak menjadi inspirasi bisnis, mungkin ke depan akan muncul banyak kopi biasa dengan lebel luwak. Semoga pasar kopi tetap dalam kompetisi bisnis yang sehat dan beretika.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra