Karyawan akan selalu bekerja keras melalui dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Jika, mereka merasa diperhatikan dan dipercaya secara tulus dan jujur oleh pimpinan dan manajemen

JENUH DENGAN PEKERJAAN YANG BERULANG-ULANG

"Sangat Mudah Menemukan Karyawan Untuk Pola Kerja Yang Terstandarisasikan, Tapi Sangat Tidak Mudah Untuk Menjaga Semangat Kerja Yang Stabil Dan Konsisten Untuk Jangka Waktu Yang Panjang." - Djajendra

Saat ini hampir semua pekerjaan telah distandarisasi melalui sistem, prosedur, pola, dan teknologi yang konsisten. Pekerjaan yang distandarisasi akan memudahkan karyawan untuk menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas yang ditentukan dalam spesifikasi; serta meningkatkan produktifitas, efektifitas, dan pelayanan. Pekerjaan yang distandarisasi biasanya hanya memerlukan tenaga kerja yang patuh pada model pekerjaan yang ada, dan yang mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan yang dialokasikan sesuai dengan jumlah waktu. Di sini, karakter kerja yang diperlukan adalah karakter yang patuh pada rutinitas yang mengulang-ulang terus sebuah pola kerja.

Standarisasi pekerjaan akan memudahkan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, gaya kerja, administrasi, dan arah kerja di dalam organisasi. Setelah semua pekerjaan distandarisasi, kepemimpinan akan berupaya untuk mendapatkan karyawan dengan tipe pekerja keras dan yang berdedikasi melalui loyalitas. Pemimpin juga akan berusaha dengan cara-cara yang luar biasa untuk mempertahankan tim work yang solid, dan mengupayakan keterlibatan setiap orang untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa.

Salah satu tantangan yang hingga kini sulit diatasi oleh kepemimpinan dalam lingkungan kerja yang distandarisasi adalah membangun etos kerja yang konsisten. Kenapa hal ini menjadi sulit? Pekerjaan yang distandarisasi biasanya menghambat kreatifitas, dan sifatnya hanya mengulang terus sesuai dengan pola atau model kerja yang ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini bertentangan dengan perilaku dasar manusia yang selalu menginginkan suasana baru. Bila suasana kerjanya setiap hari hanya mengulang-ulang terus sebuah pola kerja yang sama, maka karyawan akan kehilangan tantangan dan mudah bosan atau jenuh. Hal ini berpotensi membuat karyawan kehilangan motivasi untuk memiliki semangat kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan.

Bila dibandingkan dengan tiga puluh tahun yang lalu, maka saat ini banyak hal telah berubah, dan dibutuhkan mental yang luar biasa tangguh untuk bisa tetap eksis dengan semangat kerja yang hebat. Etos kerja atau semangat kerja yang tinggi tidak hanya harus dituntut dari karyawan, tapi secara proaktif perusahaan dan kepemimpinan harus menciptakan stimulasi untuk membangkitkan gairah dan semangat kerja karyawan. Kenapa harus seperti itu? Saat ini, sebagian energi karyawan dikuras habis dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. Tidak terkelolanya jalan raya dan transportasi telah membuat pikiran dan perasaan karyawan setiap pagi telah mengalami stres sebelum sampai di tempat kerja. Jelas, hal ini akan mengakibatkan berkurangnya semangat kerja karyawan di tempat kerja.

Perasaan jenuh dengan pekerjaan yang berulang-ulang di tambah dengan manajemen jalan raya dan transportasi umum yang buruk, telah membuat etos kerja karyawan menjadi tidak stabil dan tidak konsisten. Hal ini akan membuat karyawan kehilangan kendali diri untuk menghasilkan kualitas kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan.

Tim manajemen yang cerdas selalu memahami situasi dan kondisi yang dialami oleh para karyawannya. Oleh karena itu, mereka tidak sekedar minta dilayani dengan etos kerja atau semangat kerja yang luar biasa ekselen dari para karyawan, tapi juga memiliki empati untuk membangkitkan kembali energi positif dan semangat kerja karyawannya melalui berbagai cara.

Sangat mudah menemukan karyawan untuk pola kerja yang terstandarisasikan, tapi sangat tidak mudah untuk menjaga semangat kerja yang stabil dan konsisten untuk jangka waktu yang panjang. Manusia selalu berjalan dengan penuh keyakinan terhadap nilai-nilai keyakinannya, namun, manusia juga akan menjadi mudah bosan dan jenuh terhadap hal yang sama walau telah dibekali dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka sukai. Kepemimpinan dan manajemen selalu menuntut kesempurnaan dari karyawannya, namun, mereka sering sekali lupa untuk memberikan dukungan dan empati terhadap kebutuhan karyawannya untuk berhasil.

Karyawan akan selalu bekerja keras melalui dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Jika, mereka merasa diperhatikan dan dipercaya secara tulus dan jujur oleh pimpinan dan manajemen. Dalam jaman yang penuh tantangan dan kompetisi ini saatnya para pimpinan tidak sekedar menuntut karyawannya untuk memiliki etos kerja yang luar biasa, tapi juga mampu menjaga perasaan dan pikiran karyawan melalui empati untuk menghasilkan etos kerja yang diinginkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra