Dialog Antara Mr.Serakah Dan Mr.Tidak Serakah: AMBIL SECUKUPNYA

Dialog Antara Mr.Serakah Dan Mr.Tidak Serakah: AMBIL SECUKUPNYA

Mr. Serakah: "Kau itu sangat pintar dalam mencari kekayaan. Apa pun pekerjaan yang kau sentuh langsung menciptakan uang yang sangat banyak. Tapi, mengapa kau tidak total berjuang untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin? Mumpung..lohh…lagi ada peluang, ambil…ambillah sebanyak mungkin, biar harta bendamu terkumpul untuk seribu turunanmu!"

Mr. Tidak Serakah: "Mengumpulkan harta untuk seribu turunanku? Apa aku tidak salah dengar? Kalau aku menghabiskan waktuku untuk seribu turunanku yang belum ada, aku pastinya adalah seorang pribadi dengan penyakit keterkebelakangan sosial."

Mr. Serakah: "Seribu turunan itukan hanya sebuah istilah. Maksudku, kau punya kesempatan dan peluang yang sangat luar biasa untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Kau dapat dengan mudah memanfaatkan orang-orang disekitarmu untuk mengumpulkan kekayaan. Kenapa tidak kau lakukan, ayoooooo…..lakukan segera, aku siap membantumu!"

Mr. Tidak Serakah: "Kepribadianku tidak gila uang dan tidak gila harta benda. Aku tidak mau mengambil semua peluang yang ada. Aku hanya akan mengambil sesuai kebutuhanku, dan untuk urusan turunanku, biarlah mereka belajar sendiri untuk memahami arti hidup dan arti mengambil hak hidupnya di bumi ini."

Mr. Serakah: "Tidakkah kau menyadari bahwa dengan memiliki kekayaan yang banyak, maka dirimu akan dihormati dan dipuja-puji oleh lingkunganmu?"

Mr. Tidak Serakah: "Aku tidak gila pujian dan aku tidak gila hormat. Aku hanya menjalani hidupku sesuai logika berpikirku untuk tujuan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, dan kesehatan diriku. Termasuk, mendoakan agar semua orang-orang di bumi ini hidup dalam sejahtera, damai, bahagia, dan sehat."

Mr. Serakah: "Apakah kau tidak takut namamu hilang oleh para pencari kekayaan dan nama besar? Kau kan tahu, semua orang berlomba-lomba mencari uang dan kekayaan agar mereka dan keluarganya mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat di tengah masyarakat. Padahal dirimu jauh lebih pintar dan memiliki jaringan yang sangat luas untuk mengumpulkan kekayaan. Ingat! Tanpa uang dan kekayaan seseorang tidak akan dianggap di dalam kehidupan ini!"

Mr. Tidak Serakah: "Wah… pembicaraanmu kok sudah sangat jauh begini….aku suka uang dan aku suka kekayaan, tapi aku tidak gila uang dan tidak gila kekayaan. Aku punya prinsip untuk mengambil secukupnya dari kehidupan ini, tanpa berlebihan. Aku juga tidak ikhlas bila diriku dihormati dan dihargai oleh orang lain hanya karena tumpukan harta benda ku. Aku juga tidak keberatan bila diriku tidak mendapatkan tempat di tengah-tengah kehidupan masyarakat."

Mr. Serakah: "Logika berpikirmu dan logika berpikirku sangat bertolak belakang. Kita berdua sepertinya pasti tidak mungkin bisa bekerja sama untuk sebuah keuntungan. Kau dan aku adalah seperti gelap dan terang, tidak mungkin saling bertemu, kalau bertemu yang ada hanya kelabu yang kelam."

Mr. Tidak Serakah: "Bagiku dirimu adalah sebuah pengorbanan yang luar biasa, kau sangat aku kasihani, karena kau membiarkan dirimu menjadi tempat pijakan untuk nafus serakah kehidupan. Aku tidak ingin menyuruhmu untuk menjadi seperti diriku, karena hidup adalah pilihan, dan hidup harus selalu menjadi hidup dengan berbagai keramaian perilaku kehidupan. Oleh karena itu, biarlah dirimu menjadi dirimu, dan diriku menjadi diriku."

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra