"Di Zaman Ini, Ekonomi Adalah Mindset Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Dengan Melakukan Apa Saja Demi Uang." - Djajendra

EKONOMI UNTUK SIAPA? PERANG ANTARA TEKNOLOGI DAN MANUSIA!

"Di Zaman Ini, Ekonomi Adalah Mindset Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Dengan Melakukan Apa Saja Demi Uang." - Djajendra

Ketika semua proses ekonomi mengotomatisasi dirinya dengan teknologi canggih, maka manusia sebagai pelaku ekonomi produksi sedang terancam untuk digantikan oleh mesin berteknologi tinggi. Dan pada akhirnya, sebagian besar manusia hanya akan menjadi konsumen tanpa terlibat dalam proses produksi atau proses penciptaan. Persoalannya, kemana atau apa yang akan dikerjakan oleh sebagian besar orang di masa depan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka? Perang antara teknologi dan manusia memang sedang terjadi, tapi manusia sedang tidak menyadarinya.

Di zaman ini, perilaku ekonomi sangat tergantung kepada nilai tambah dengan fokus kepada uang. Uang telah menjadi sebuah ukuran tentang keberhasilan ekonomi untuk hal apa pun. Oleh karena itu, efisiensi selalu menjadi prioritas utama dalam semua kebijakan ekonomi. Semakin hari semakin banyak negara dan pemikir ekonomi mulai melupakan makna sejati dari ekonomi. Sebagian besar pelaku ekonomi telah mengabdikan dirinya untuk tunduk kepada hukum menciptakan keuntungan yang maksimal dengan modal yang sekecil mungkin. Banyak orang sudah tidak memahami lagi tentang ekonomi itu untuk siapa dan untuk apa. Banyak orang sudah lupa bahwa ekonomi itu sesungguhnya bermakna untuk membuat semua orang secara adil dan wajar mampu memenuhi kebutuhan kehidupan dasar sehari-hari dalam kehormatan dan ketahanan diri. Ekonomi hari ini adalah ekonomi komersial yang menguangkan semua hal demi keuntungan maksimal.

Realitas memperlihatkan bahwa semakin hari semakin banyak negara-negara di dunia ini yang mengalami kesulitan untuk menciptakan pekerjaan bagi calon pencari kerja. Malahan jumlah pekerja juga dari waktu ke waktu terus digantikan oleh sistem dan teknologi canggih demi menciptakan efisiensi dan daya saing yang lebih kuat untuk keuntungan maksimal. Hal ini membuat banyak negara sedang menanam benih potensi bahaya pengangguran, yang suatu hari mungkin akan menjadi masalah keamanan yang menghilangkan rasa damai kehidupan. Sistem perekonomian yang tidak pro kemanusiaan akan menghapus hak dasar individu dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan lainnya.

Secara umum, semua bangsa-bangsa di dunia mengikuti sistem ekonomi dari sudut pandang ekonomi akademis. Ekonomi akademis adalah ekonomi yang dilahirkan dari hasil pemikiran para ahli yang diciptakan melalui institusi-institusi pendidikan tinggi, berdasarkan hasil riset dan persepsi. Para ahli telah memformulasikan berbagai teori dan konsep ekonomi yang sekarang ini kita gunakan dalam memahami ekonomi. Tetapi, saya juga melihat tentang kekuatan ekonomi realitas. Ekonomi realitas adalah ekonomi yang dihadapi oleh berbagai individu, rumah tangga, atau kelompok masyarakat yang sering sekali tidak sesuai dengan konsep atau teori dari ekonomi akademis. Dua sudut pandang ekonomi ini berbeda tujuan dan kepentingan.

Ilmu ekonomi seharunya memiliki kesadaran dan kecerdasan sosial yang tinggi untuk menghapus jarak keterbelakangan sosial kehidupan diantara masyarakat. Ilmu ekonomi seharusnya terlepas dari ilmu politik, dan lebih menyatu kepada ilmu kemanusiaan untuk keadilan dan kewajaran. Kebijakan ekonomi seharusnya menciptakan kesempatan untuk setiap masyarakat dalam hal mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang adil dan wajar. Membiarkan ekonomi dikuasai oleh kekuatan uang dengan mengalahkan kepentingan kemanusiaan dan keadilan dalam mendapatkan kehidupan, akan membuat ilmu ekonomi itu menjadi tidak bermanfaat untuk kehidupan kemanusiaan.

Peran teknologi dan mesin canggih haruslah bertujuan untuk menciptakan semakin banyak kesempatan kerja buat kehidupan setiap individu. Oleh karena itu, ilmu ekonomi harus memperbaiki dirinya untuk mengabdi kepada kemanusiaan, bukan mengabdi kepada keuntungan maksimal. Ilmu ekonomi harus menjadi fondasi yang tangguh untuk memudahkan setiap individu berkarya dan berkinerja untuk kesejahteraan dan kemakmurkan kehidupan setiap manusia di sudut bumi manapun. Ilmu ekonomi tidak boleh menjadi sebab akibat dari timbulnya kemiskinan kehidupan manusia, dan terciptanya jarak peradaban di dalam realitas kehidupan manusia. Kita semua harus jujur bahwa ekonomi di bumi ini telah menciptakan peradaban kehidupan manusia yang tertinggal ratusan tahun dan yang sudah sangat maju bersama peradaban baru.

Bila perang antara teknologi dan manusia dibiarkan, maka manusia akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, dan hal ini akan membuat tingkat pengangguran menjadi semakin tinggi, yang pada akhirnya akan membuat ekonomi individu dan rumah tangga tersandra oleh utang yang bunga berbunga yang tak akan terselesaikan hingga akhir zaman. Artinya, orang-orang akan menggali lubang besar utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka agar bisa tetap hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

"Ekonomi Hari Ini Adalah Ekonomi Komersial Yang Menguangkan Semua Hal Demi Keuntungan Maksimal." - Djajendra

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra