CORPORATE PATRIOT

"Kepemilikan Boleh Berganti, Kepemimpinan Boleh Berganti, Tapi Para Patriot Korporasi Tetap Akan Berjuang Untuk Kejayaan Korporasi Mereka." - Djajendra

Dalam perusahaan selalu ada dua energi yang jarang sekali diperhatikan oleh para pimpinan perusahaan. Pertama adalah energi loyalitas atau setia pada perusahaan, dan yang kedua adalah energi patriotik atau cinta pada perusahaan.

Kata patriot biasanya dipakai untuk menggambarkan jati diri seseorang yang cinta tanah air dan membela tanah air dengan apa pun. Sedangkan kata patriotisme dipakai untuk menggambarkan sikap seseorang yang bersedia mengorbankan apa pun untuk kejayaan tanah airnya.

Dalam perilaku korporasi saya menemukan ada orang-orang yang bersikap membela perusahaannya dengan bersedia mengorbankan apa pun demi kejayaan korporasinya. Orang – orang seperti ini saya katakan sebagai corporate patriots. Mereka tidak sekedar menjadi setia kepada perusahaan, tapi mereka juga berjuang dan berkorban demi menjaga nama dan bendera perusahaan mereka agar tetap jaya.

Corporate patriots adalah sebuah realitas yang tidak disadari atau juga mungkin tidak ingin diekspos. Tapi, para corporate patriots hidup dan berkembang di berbagai perusahaan. Mereka tetap bertahan bersama perusahaannya walau perusahaan mereka telah jatuh. Mereka tetap berjuang bersama perusahaannya untuk bangkit kembali dari kejatuhannya.

Para loyalis biasanya memperlihatkan kesetiaan mereka kepada bos atau pimpinan mereka. Artinya, loyalitas sangat terkait dengan persoalan leadership atau kepemimpinan. Sedangkan patriotisme tidak terkait kepada kepemimpinan tapi lebih kepada cinta perusahaan.

Para patriot mungkin bisa memberontak terhadap kepemimpinan perusahaan yang buruk. Sedangkan para loyalis tetap akan setia walau kepemimpinannya tidak berintegritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra