MANAJEMEN KONFLIK - LOGIKA BERPIKIR

MANAJEMEN KONFLIK - LOGIKA BERPIKIR

Sekelompok orang-orang terpandang yang berpendidikan sangat tinggi sedang duduk bersama untuk membahas sebuah persoalan sederhana. Sudah berbulan-bulan mereka berargumentasi dengan logika berpikirnya masing-masing, mereka ngotot dengan pendapat masing-masing, dan tidak pernah mau menggunakan akal sehat terhadap realitas yang ada. Akibatnya, mereka semakin mendekati zona konflik, dan sedang menciptakan jurang perbedaan diantara mereka, padahal mereka adalah orang-orang penting dengan pendidikan yang sangat tinggi.

Paparan di atas adalah sebuah realitas yang sering terjadi diberbagai aspek kehidupan. Kita selalu menyaksikan orang-orang pintar berdebat dan suka membangun tembok kehidupan dari pada membangun jembatan penghubung kehidupan. Ide-ide selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Niat baik selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Kreativitas selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Keyakinan selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Padahal, logika berpikir seseorang adalah milik pribadi atau kelompok, dan belum tentu menjadi logika berpikir orang – orang banyak.

Setiap orang mempunyak hak untuk memiliki logika berpikirnya sendiri terhadap semua aspek kehidupan, tapi logika berpikir tersebut harus dalam batas-batas hak orang lain. Artinya, logika berpikir Anda tidak boleh melukai logika berpikir orang lain, atau sebaliknya.

Kehidupan adalah sebuah misteri besar yang sampai saat ini hanya dipahami sebatas keyakinan dan kepercayaan. Keyakinan dan kepercayaan belum tentu menjadi kebenaran. Oleh karena itu, logika berpikir Anda dalam batas keyakinan dan kepercayaan Anda haruslah menjadi sebuah kontribusi untuk memperkaya wawasan kehidupan, bukan untuk dijadikan kebenaran dalam kehidupan.

Untuk training:www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra