"Integritas Diri Sendiri Tidak Dapat Dinilai Oleh Diri Sendiri, Tapi Akan Dinilai Oleh Pihak Lain." – Djajendra

Bekerja Dibawah Kepemimpinan Berintegritas

"Integritas Diri Sendiri Tidak Dapat Dinilai Oleh Diri Sendiri, Tapi Akan Dinilai Oleh Pihak Lain." – Djajendra

Tidak semua karyawan bisa beruntung bekerja dibawah kepemimpinan yang berintegritas dan tulus. Bila seorang pemimpin tidak menjalankan organisasi berdasarkan integritas, maka dapat dipastikan para karyawan akan merasa tidak bahagia menjadi bagian dari tim kepemimpinan tersebut. Integritas kepemimpinan berhubung erat dengan kejujuran, moral, etika, dan keadilan. Oleh karena itu, setiap hubungan kepemimpinan dengan semua pihak; termasuk dengan para karyawan harus dibangun berdasarkan nilai-nilai kejujuran, moral, etika, dan keadilan. Pemimpin yang baik pasti akan sadar untuk bekerja keras membangun integritas diri yang tinggi.

Integritas diri sendiri tidak dapat dinilai oleh diri sendiri, tapi akan dinilai oleh pihak lain berdasarkan konsistensi atas apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat. Artinya, integritas terkait kepada sikap, perilaku, dan kebiasaan untuk menjalankan rutinitas kehidupan dan pekerjaan sesuai dengan apa yang dikatakan atau apa yang direncanakan dengan semurni-murninya, tanpa berbohong.

Pemimpin yang berintegritas biasanya sangat berintegritas dalam menjalankan manajemen dasar organisasi; yaitu, kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi semua fungsi dan peran organisasi dengan jujur, tulus, adil, benar, dan penuh tanggung jawab. Selanjutnya, bermodalkan fondasi yang kuat dari manajemen dasar organisasi, pemimpin akan memotivasi dan mengelola kerja sama yang solid di antara karyawan dengan kepemimpinan di semua aspek kerja organisasi.

Pemimpin yang berintegritas selalu mendengarkan input berkualitas dari karyawan dan mengabaikan semua input beracun dari siapa pun yang berpotensi merusak keharmonisan, motivasi, dan kinerja. Lalu mengelola semua energi karyawan untuk menjadi lebih produktif, efektif dan efisien.

Pemimpin yang berintegritas tidak akan menguras energi karyawan dengan politik kantor yang melelahkan. Tidak akan meremehkan atau mengabaikan siapa pun, tapi menghormati semua karyawan sesuai dengan kontribusi dari masing-masing individu terhadap kepentingan organisasi.

Pemimpin yang berintegritas sangat cerdas untuk memanfaatkan alat pengukuran kontribusi karyawan; untuk dikuantifikasikan menjadi manfaat bagi organisasi, bisnis, kepemimpinan, karyawan, dan pemilik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra