PEMIMPIN

Pemimpin dilahirkan dari rahim komunikasi, untuk itu carilah titik komunikasi termaksimal agar mampu melakukan dialog dan mendengarkan semua dialog secara wajar dan berjiwa besar.

Ketika pemimpin melupakan semua dialog dan mulai gemar dengan monolog, maka dia telah menjadi seorang tiran yang sangat diktator.

Pemimpin lahir untuk mengurus orang lain. Pemimpin tidak dilahirkan untuk mengurus dirinya melebih mengurus orang – orang lain.

Seorang pemimpin dilahirkan bersama takdir untuk mampu melakukan semua kebaikan melalui dialog yang jujur dan terbuka dengan semua orang.

Pemimpin yang membatasi dirinya dengan tembok – tembok kekuasaan dan tembok komunikasi monolog, maka sesungguhnya dia bukan lahir sebagai pemimpin. Tetapi dia lahir sebagai seorang tiran yang telah secara sadar merampok semua makna kepemimpinan sesungguhnya.

Pemimpin adalah kejujuran dan energi yang lahir dari semangat untuk menyelesaikan semua perbedaan melalui dialog yang menyejukkan hati dan pikiran. Tidak ada dendam, tidak ada kekerasan, tidak ada kemarahan. Dia lahir bersama dialog yang menyinarkan cinta dan kasih sayang kepada semua orang.

Dalam kehidupan masa depan yang cerah, kepemimpinan dialog harus menjadi simbol pengelolaan keragaman kehidupan umat manusia. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuat dunia yang sebelumnya sulit dijangkau sekarang hanya dalam hitungan detik sudah bisa diakses kemana – mana.

Kehidupan sebagian Komunitas manusia di dunia ini sudah sangat cerdas untuk mengukur standar kehidupan terbaik mereka melalui kekuatan teknologi komunikasi yang terus berkembang tanpa henti. Dalam kondisi seperti ini sudah tidak wajar lagi apabila masih ada pemimpin yang memperaktekkan gaya kepemimpinan monolog.

Kepemimpinan dialog harus mampu menghasilkan sebuah pertumbuhan yang berkonsentrasi kepada partisipasi semua orang secara maksimal untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan yang lebih baik.

Kepemimpinan dialog harus mampu menciptakan definisi organisasi secara lebih jelas agar partisipasi semua orang dalam organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya. Tidak boleh ada lagi penyembunyian informasi.sebab, tanpa informasi yang relevan dan benar, maka semua dialog yang memiliki niat baik akan hilang tanpa arah.

Informasi yang benar, akurat, dan tepat adalah kunci utama dalam proses kepemimpinan dialog.

Kepemimpinan dialog mengutamakan kerjasama yang harmonis dalam hubungan kerja yang saling mengutamakan dialog sebagai kunci pemecahan semua masalah yang ada di lingkar dalam dan lingkar luar organisasi.

Kepemimpinan dialog harus dilandasi visi dan misi yang jelas dalam sebuah tata cara kerja yang efektif dan efisien agar mampu mendorong pemimpin menjadi komunikator ulung yang efektif dalam memberdayakan semua ide dan energi sukses ke dalam misi dan visi organisasi.

Hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin dialog adalah budaya integritas dalam sebuah konsistensi sikap dan perilaku yang terfokus kepada hasil terbaik, tanpa merugikan pihak manapun.

Pemimpin dialog adalah seorang arsitek komunikasi tercanggih yang selalu mampu meyakinkan siapapun untuk tunduk kepada kehebatan kata – katanya. Rangkaian kata – katanya adalah senjata paling hebat dalam memastikan semua orang berdiri di setiap sisi dirinya. Dia adalah seorang pemimpin yang menjadikan empati sebagai bahasa hati yang mampu menyatukan semua persepsi yang berbeda.

Kepemimpinan dialog selalu memerintah dengan terlebih dahulu mempelajari semua aspek penunjang kinerja optimal dan kemudian semua aspek tersebut akan diperhatikannya lagi melalui evaluasi secara mendalam untuk mampu mengukur semua potensi risiko dan perubahaan yang menciptakan ketidakpastian.
Dalam era banjir informasi ini, semua pemimpin dialog harus berhati – hati terhadap informasi – informasi yang tidak benar dan tidak tepat untuk dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Kepemimpinan Dialog Harus Mampu Menjadi Jembatan Emas Bagi Perjalanan Sukses Banyak Orang.

www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra