Mencegah Konflik Di Tempat Kerja

"Konflik Akan Menciptakan Efek Buruk Berantai Yang Berpotensi Merusak Fondasi Perusahaan." - Djajendra

Pengaturan hubungan kerja yang gagal akan menciptakan konflik dalam bentuk gesekan antara individu di dalam organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah dan kerugian bagi stakeholders. Bila manajemen tidak mampu mengelola berbagai macam kepribadian yang berbeda untuk sebuah visi bersama, maka para individu akan berperilaku atas dasar ego dan kepentingan diri mereka masing-masing.
Ketegangan dan konflik yang tak terkendali akan memicu ketidakcerdasan emosional di internal organisasi. Oleh karena itu, pihak manajemen harus mampu memecahkan akar dari ketegangan dan konflik tersebut. Bila tidak, maka secara otomatis kepatuhan karyawan dan pimpinan kepada etika dan moralitas akan menurun, dan kondisi ini akan menghilangkan potensi perusahaan untuk meraih kinerja terbaik.
Setiap karyawan dan pimpinan sejak dini harus diajarkan cara untuk mengendalikan situasi di saat benih konflik muncul. Terutama untuk mengubah pandangan dan tanggapan negatif menjadi positif terhadap situasi yang ada, agar bisa mengatasinya dengan cara yang paling profesional dan bijaksana.
Konflik biasanya akan diikuti sikap marah dan dendam, kedua sifat ini pasti akan mengganggu perilaku setiap orang. Artinya, energi negatif yang dimunculkan oleh sekelompok orang di dalam internal organisasi, akan menciptakan efek buruk berantai yang berpotensi merusak fondasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika sekelompok orang sedang berkonflik satu sama lain, maka perhatian orang-orang lain di internal perusahaan tidak akan fokus pada pekerjaan mereka, tapi perhatian akan ditujukan untuk mengetahui perjalanan konflik. Dan setiap orang akan mencoba untuk berasumsi dalam membongkar konflik. Hasilnya, gosip akan menguasai etos kerja, dan setiap orang akan terlibat dalam pro-kontra konflik.
Konflik yang berkepanjangan akan menciptakan ketidakmampuan sumber daya manusia untuk berkonsentrasi buat mencapai semua rencana dan tujuan. Akhirnya, etos kerja di internal perusahaan akan terbebani dengan perasaan gelisah dan marah. Termasuk, penurunan kualitas kerja, disiplin dan moral.

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com