Saat Diri Menolak Untuk Menerima Hal-Hal Baru

"Bila Kita Selalu Menciptakan Batas-Batas, Pagar-Pagar, Dan Aturan-Aturan Untuk Kecerdasan Diri Kita. Kita Hanya Akan Menjadi Pribadi Berjiwa Kecil Dalam Pengetahuan Sebatas Pikiran Kita." - Djajendra

Seorang pembelajar sejati selalu berpikir untuk mempelajari hal-hal baru dari setiap orang yang ditemuinya. Dia tahu bahwa saat dirinya merasa tahu sangat banyak, maka aliran pengetahuan baru akan tersendat untuk masuk ke dalam kecerdasan dirinya. Sebab, mekanisme otomatis dirinya akan langsung menolak hal-hal baru dengan perasaan telah tahu banyak.
Ketika diri kita merasa terlalu pintar dan tahu banyak hal, maka saat itu juga kita akan kehilangan sikap rendah hati kita. Dan, saat sikap rendah hati kita mencair dalam kesombongan hati, kita akan menjadi pribadi yang berkualitas rendah.
Seorang pribadi yang berkualitas rendah tidak akan mampu menciptakan hal-hal terbaik buat kehidupan.
Kehidupan ini adalah sebuah perubahan. Perubahan yang secara perlahan-lahan melalui zaman melakukan koreksi-koreksi atas kekeliruan masa lalu. Artinya, kita harus selalu belajar untuk memperbaiki kualitas diri kita, agar diri kita menjadi pribadi yang berharga buat kehidupan siapa pun. Tidak sekedar berharga sebatas komunitas kita, tapi bisa lebih mencair dalam kehidupan secara umum.
Seorang pembelajar tahu bahwa dirinya tidak akan mungkin bisa sempurna. Merasa diri sempurna sama artinya mengundang kebodohan ke dalam kecerdasan diri. Oleh karena itu, seorang pembelajar selalu memahami realitas zaman, dan mau menjadi pribadi yang fleksible yang selalu mampu mencair dalam kehidupan yang sesuai zaman.
Bila kita selalu menciptakan batas-batas, pagar-pagar, dan aturan-aturan untuk kecerdasan diri kita. Kita hanya akan menjadi pribadi berjiwa kecil dalam pengetahuan sebatas pikiran kita. Dan biasanya, pribadi-pribadi berjiwa kecil selalu diliputi kesombongan batin dengan perasaan benar atas pengetahuan yang dia miliki.
Menjadikan diri sebagai magnet yang mampu menerima hal-hal baru kehidupan; menjadikan diri sebagai lautan yang siap menampung keanekaragaman kehidupan; menjadikan diri seperti bumi yang mampu menciptakan warna-warni kehidupan; menjadikan diri sebagai alat yang mampu menyerap berbagai pengetahuan untuk kebaikan hidup semua orang, adalah sikap bijak yang akan menjadikan diri kita mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.