Pemimpin Jangan Sekedar Asyik Berceramah Dan Menggurui Para Bawahan

"Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna." - Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.
Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan, agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.
Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.
Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.
Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

• Jadilah Pendengar Yang Bijak.

• Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.

• Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.

• Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.

• Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.

• Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.

• Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.

• Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.

• Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com