Kumpulan Artikel Ekonomi Djajendra 1

Meramal Prospek Perekonomian Indonesia Tahun 2010

"Potensi Ekonomi Indonesia Memiliki Kekuatan Tersembunyi Yang Maha Dahsyat, Diperlukan Sikap Dan Perilaku Optimistis, Transparan, Dan Jujur Untuk Membuatnya Terlihat Dahsyat." – Djajendra

Bulan Desember ini adalah bulan prediksi, ramalan, dan menerawang. Selain meramal peruntungan pribadi, banyak juga orang-orang meramalkan tentang prospek perekonomian Indonesia 2010. Ada yang sangat optimistis, ada yang cukup berhati-hati, dan ada juga yang sangat pesimistis. Namanya juga ramalan, prediksi, dan menerawang. Jadi, sah-sah saja semuanya.
Saya juga tertarik untuk meramal dan memprediksi tentang prospek perekonomian Indonesia tahun 2010. Dalam intuisi saya, saya melihat tidak akan terlalu banyak perbedaan dalam hal pertumbuhan ekonomi dan inflasi dibandingkan tahun 2009. Pertumbuhan ekonomi mungkin disekitar angka 5%, inflasi di angka 7%, dan Rupiah di sekitar 9500 – 11000.
Hal yang perlu segera dibenahi adalah tingkat pengangguran dan kemiskinan. Pemerintah bersama segenap komponan bangsa harus lebih bekerja keras agar pengangguran dan kemiskinan bisa diturunkan secara lebih signifikan.
Pekerjaan terpenting pemerintah di tahun 2010 adalah membuat perbaikan-perbaikan dan peningkatan daya tahan perekonomian nasional. Salah satu aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah membangun kredibilitas dan reputasi pemerintahan yang kuat dan bersih.
Setelah publik meragukan kebijakan penyehatan Bank Century, saatnya pemerintah menjelaskan kepada publik secara jujur, terbuka, dan benar, agar tekanan politik nasional terhadap reputasi dan kredibilitas pemerintah bisa menjadi lebih berkurang.
Jika suasana politik nasional semakin mempercayai pemerintah, maka secara otomatis tingkat stabilitas perekonomian nasional akan membaik, dan tingkat kepercayaan investor akan semakin terpikat untuk melakukan investasi di Indonesia.
Reputasi dan kredibilitas pemerintahan yang bersih dan kuat akan membuat para calon investor tidak lagi dalam kondisi wait and see, tapi bergerak dengan antusias untuk melakukan investasi-investasi yang saling menguntungkan.
Persoalan – persoalan global seperti perbaikan perekonomian Amerika Serikat akan menjadi berita baik buat meningkatkan ekspor Indonesia ke negara tersebut.
Persoalan potensi gagal bayar Dubai World, dan penurunan tingkat kepercayaan Lembaga pemeringkat Moodys Investors Services terhadap perbankan Swiss, haruslah menjadi hal-hal yang diperhatikan secara teliti. Jangan sampai persoalan-persoalan pelemahan perekonomian global membawa dampak negative terhadap potensi dan kekuatan perekonomian nasional. Oleh karena itu, sektor keuangan, perbankan, dan pasar modal haruslah tetap diperhatikan dan dikendalikan secara super hati-hati. Sebab, pasar uang dan pasar modal kita hidup dalam globalisasi murni.

PHK Merusak Semangat Membangun

"PHK Hanya Akan Menyelamatkan Perusahaan Dari Kerugian Angka-Angka, Tapi Mematikan Semangat Membangun Bangsanya." - Djajendra

Ketika keadaan bisnis dan keuangan perusahaan memburuk, adalah sangat wajar bila pengusaha melakukan PHK untuk menyelamatkan dan memulihkan keadaan bisnis perusahaanya. Hal ini adalah sah-sah saja dalam sebuah sistem perekonomian yang mengutamakan pertumbuhan bisnis untuk meraih keuntungan maksimal. Persoalannya, bila di sebuah negara terlalu sering terjadi PHK dengan jumlah yang besar, maka negara tersebut akan memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. Saat angka pengangguran cukup tinggi, emosi negatif dan pikiran negatif akan mengisi jiwa dan pikiran si penganggur, dan hal ini secara tidak langsung akan menurunkan rasa percaya diri dan daya tahan sebuah bangsa untuk hidup adil, makmur, aman dan damai.
Pengangguran yang bila tak ditangani secara kemanusiaan, maka akan menghasilkan masyarakat yang putus asa untuk mampu bangkit menjawab berbagai tantangan yang ada.
Salah satu langkah yang wajib diambil sebuah bangsa, saat tingkat pengangguran tinggi, adalah memperbanyak lapangan kerja dengan cara menginspirasi dan memberi kemudahan buat orang-orang untuk menjadi entreprenuer baru. Dan, pemerintah juga wajib melindungi eksistensi para entrepreneur baru ini dari ancaman pasar bebas dan perusahaan raksasa dalam negeri. Jadi, perlu dilakukan proteksi atau pengamanan terhadap benih-benih entreprenuer baru ini, agar tidak digilas oleh para raksasa yang mahir dengan berbagai teknik bisnis yang tidak adil.
Setiap kejadian PHK haruslah diintervensi oleh pemerintah, dan setelahnya, mencari berbagai cara untuk membantu korban PHK tersebut, agar para korban PHK ini bisa segera menjadi pribadi-pribadi yang produktif buat kemakmuran dan kebesaran bangsa tersebut. Membiarkan masyarakat menjadi pengangguran, adalah sebuah krisis kemanusiaan yang akan melemahkan daya tahan bangsa tersebut untuk membangun kebesaran.
Bangsa yang besar tidak akan tersenyum pada ukuran pertumbuhan ekonominya yang besar, tapi akan lebih fokus kepada berbagai upaya pemerataan pendapatan secara kreatif dan strategis, untuk membuat masyarakatnya seratus persen produktif dan menghasilkan nilai tambah ekonomi buat menghapus pengangguran dari buminya. Banyak negara yang sangat bangga dengan pertumbuhan ekonominya yang cukup tinggi, tapi sebagian besar penduduknya tidak mempunyai penghasilan yang cukup buat membiayai kehidupan minimum. Jadi, ukuran pertumbuhan tidaklah penting untuk urusan kemanusiaan dan kesejahteraan orang banyak.
Sistem distribusi keuangan yang adil dan yang tidak memiskinkan orang lain, haruslah menjadi konsep buat membangun masyarakat yang adil dan makmur. Transaksi keuangan yang memangsa satu pihak tanpa melihat sisi kemanusian, hanyalah tabungan kemiskinan buat bangsa itu di masa depan. Sebab, ketika sistem keuangan membiarkan satu pihak yang kuat memangsa pihak yang lemah, maka sistem itu akan menciptakan orang-orang miskin baru. Dan, hal ini tidak sesuai dengan konsep membangun masyarakat yang adil dan makmur. Orang-orang miskin baru ini hanya akan menjadi beban buat bangsanya, beban yang muncul oleh ketidakadilan sistem keuangan dan perbankan yang ada.
Pemerintahan yang hebat selalu anti pada pengangguran, dan akan menggunakan energi kekuasaannya untuk membantu setiap korban PHK dan para pencari kerja, dengan berbagai kemudahan atas akses keuangan murah, untuk bisa mengarahkan mereka menjadi entrepreneur baru yang kuat dan andal buat menghapus pengangguran dari buminya.

Good Governance Untuk Kemitraan Yang Saling Membesarkan

"Jika Sebuah Bisnis Berjalan Dengan Model Kemitraan Yang Saling Membesarkan, Maka Kemakmuran Akan Menjadi Hasil Akhir Dari Kemitraan Tersebut." - Djajendra

Sangat banyak korporasi yang melakukan aktifitas bisnisnya dengan menggunakan model kemitraan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkualitas. Model kemitraan ini, pada umumnya lebih tergantung kepada kemauan pihak yang kuat, sedangkan pihak yang lebih lemah biasanya tidak seberuntung pihak yang lebih kuat. Padahal dalam membangun kekuatan fundamental bisnis, para mitra kerja harus mendapatkan keuntungan yang adil dan yang saling mensejahterakan, agar ketersediaan bahan baku dengan kualitas terbaik bisa tetap terjamin untuk mendukung kebutuhan korporasi tersebut di sepanjang masa.
Model kemitraan yang saling menguntungkan adalah model kemitraan yang paling unggul untuk melakukan pemerataan kekayaan di antara stakeholder di sebuah bisnis.
Salah satu kebijakan ekonomi publik yang baik adalah melakukan pemerataan pendapatan terhadap semua masyarakatnya. Dan caranya adalah melalui kebijakan bisnis dengan model kemitraan di antara stakeholdernya. Di mana, model kemitraan ini harus yang jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab, untuk membesarkan setiap stakeholder dengan cara-cara yang profesional dan bijaksana.
Saat ketidakadilan ekonomi menjadi realitas kehidupan sebuah bangsa, maka bangsa itu harus membuat kebijakan ekonomi yang saling mendukung dan saling memberikan yang terbaik dalam sebuah model kemitraan yang jujur, terbuka, adil, profesional, saling membesarkan, dan bersikap penuh tanggung jawab, untuk merangkul semua kekuatan ekonomi bangsa tersebut buat kemakmuran dan kesejahteraan setiap individu masyarakatnya.
Model kemitraan yang adil haruslah didukung dengan kontrak kerja sama yang saling membesarkan dan yang saling mensejahterakan, bukan yang saling memanfaatkan untuk keuntungan masing-masing pihak dengan cara memiskinkan pihak lain.
Kemitraan yang baik harus menjadi jaminan buat menjaga kualitas terbaik dan harga yang tidak kalah oleh inflasi.
Indonesia dengan kebanyakan penduduknya yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, seharusnya dijadikan sebagai modal besar untuk menjadi mitra kerja industri-industri yang terkait dengan hasil produksi petani dan nelayan tersebut. Jika saja dunia industri menyatu dan saling merangkul dalam sebuah model kemitraan yang jujur, adil, terbuka, saling membesarkan, dan penuh tanggung jawab untuk mensejahterakan orang banyak, dapat dipastikan sebagian besar dari orang-orang miskin di Indonesia akan menjadi orang-orang kaya baru, yang siap dengan daya beli baru buat membesarkan kekuatan pasar Indonesia. Persoalannya, apakah niat untuk saling membesarkan di antara para mitra kerja itu ada?, atau hanya ada niat untuk saling mengambil keuntungan lebih besar dengan cara-cara yang tidak adil dan tidak jujur?
Jika saja para petani, nelayan, peternak, dan yang lainnya mampu menikmati hasil produksinya dengan harga yang menguntungkan, maka jumlah petani, nelayan, dan peternak yang antusias untuk memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat akan meningkat secara pesat, dan hal ini akan membuat Indonesia menjadi negara dengan daya tahan pangannya yang super kuat.

Ketika Hidup Digunakan Untuk Mengejar Uang Dan Jabatan

"Saat Anda Berbakti Pada Uang Dan Jabatan, Maka Nilai Tertinggi Kemanusiaan Anda Akan Memudar." - Djajendra

Uang dan jabatan adalah dua hal yang bisa membuat seseorang melupakan banyak hal baik, atau membuat seseorang menjadi malaikat baik hati, yang menggunakan uang dan jabatannya untuk mensejahterakan orang banyak.
Ketika diri dipaksa hanya untuk hidup buat ambisi dalam mengejar uang dan jabatan, dengan melupakan niat tulus untuk mensejahterakan orang banyak, maka sesungguhnya diri telah diperdaya oleh nafsu untuk menikmati pesta duniawi dan melupakan kedamaian batin kemanusiaan.
Uang dan jabatan sangat mempermudah seseorang untuk bertindak memuaskan segala ambisi positif dan ambisi negatif dirinya. Uang dan jabatan tidak memiliki empati, yang punya empati itu adalah si pemilik uang dan jabatan. Jadi, segala kebaikan dan manfaatnya sangat tergantung kepada karakter dan niat baik si pemilik uang dan jabatan tersebut.
Kabar terbaik dari uang dan jabatan adalah energi yang dimiliki uang dan jabatan tersebut luar biasa hebat untuk membangun kemakmuran dan perdamaian buat orang banyak. Tetapi, kabar buruknya adalah bila uang dan jabatan itu berada di tangan orang yang serakah, maka kemiskinan dan kekacauanlah yang akan muncul disekitarnya.
Uang dan jabatan ditangan orang-orang jujur dan terbuka akan menjadi harta karun, yang membuat jantung ekonomi masyarakat berdetak dengan sehat. Di mana, masyarakat disekitar orang-orang jujur itu akan memiliki daya beli yang kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika uang dan jabatan berada ditangan orang-orang yang tidak jujur dan serakah, maka kebaikan dan rencana perubahan sehebat apa pun tidak akan memberikan kemakmuran dan kedamaian buat orang banyak.
Uang dan jabatan akan menjadi hal yang bermanfaat buat kemakmuran ekonomi secara merata. Jika, orang-orang yang memiliki uang dan jabatan tersebut mampu menjadi alat yang efektif untuk menjalankan setiap proses ekonomi secara jujur, adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab terhadap kehidupan orang banyak. Tetapi, jika para pemilik uang dan jabatan secara serakah memanfaatkan setiap titik peluang untuk mengisi pundi-pundi kekayaan diri sendiri, maka janganlah pernah bermimpi untuk menghadirkan kemakmuran dan kedamaian.
Serakah adalah benih terburuk dalam diri. Serakah adalah sahabat terbaik penderitaan. Untuk menghapus benih serakah, diperlukan komitmen yang konsisten untuk menanam benih-benih kebaikan dalam bentuk nilai-nilai kehidupan yang penuh empati, cinta, dan kepedulian kepada kesejahteraan dan kebahagiaan hidup orang banyak.

Mungkinkah Kebijakan Proteksi Menjadi Fenomena Ekonomi Abad 21?

"Sebuah Perusahaan Tidak Sekedar Sebuah Unit Bisnis Milik Perorangan, Tapi Merupakan Aset Bangsa Yang Harus Dilindungi Oleh Negara Untuk Menjaga Keamanan Dan Keberlanjutan Kemakmuran Ekonomi Bangsa Tersebut." -Djajendra

Semakin banyak pemimpin dari negara maju yang secara terang-terangan mengatakan, bahwa krisis ekonomi di hari ini merupakan yang terburuk dalam 100 tahun terakhir. Lantas, mereka juga segera mempersiapkan obat ajaib untuk menyembuhkan ekonomi dalam negeri mereka dengan berbagai macam strategi. Salah satunya melalui paket stimulus ekonomi untuk mengamankan perusahaan-perusahaan mereka, termasuk memotivasi masyarakatnya untuk membeli produk dalam negeri dan menghindari produk import.
Sebuah perusahaan tidak sekedar sebuah unit bisnis milik perorangan, tapi merupakan aset bangsa yang harus dilindungi oleh negara untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan kemakmuran ekonomi bangsa tersebut. Jadi, bukan tidak mungkin kebijakan proteksi juga diberlakukan oleh negara-negara maju tersebut untuk mengamankan ekonomi dalam negerinya. Dan, bagi Anda yang selama ini pasarnya seratus persen tergantung pada pasar ekspor mungkin kebijakan proteksi adalah kabar buruk. Oleh karena itu, sekarang ini saatnya buat Anda semua untuk merenung sejenak sambil mempelajari fenomena ekonomi dunia yang sedang berubah fokus.
Memang perubahan sedang berlangsung dan setiap pengusaha harus cerdas memahami fenomena perubahan saat ini, agar perusahaan-perusahaan di dalam negeri mampu menjadi unit bisnis yang solid dan kuat, untuk bisa berkontribusi membangun ekonomi dalam negeri yang kuat dan tangguh.
Pastinya negara-negara maju yang terkena krisis ekonomi dan finansial ini akan memberikan berbagai stimulus dan intensif kepada perusahaan-perusahaan di dalam negeri, untuk meningkatkan pasar ekspor mereka dan meminimalkan impor, agar mereka bisa segera memperbaiki kerusakan ekonomi negaranya dengan lebih pasti.
Seperti kita ketahui proteksionisme merupakan kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antar negara. Caranya, antara lain, dengan pemberlakuan tarif tinggi pada barang impor, pembatasan kuota, dan berbagai upaya menekan impor. Proteksi dimaksudkan untuk mengurangi PHK dalam negeri dan untuk tujuan membuka lapangan kerja baru di dalam negeri.
Jika negara-negara maju yang terkena dampak krisis ekonomi dan finansial ini menjalankan kebijakan proteksi, untuk melindungi pertumbuhan perusahaan di dalam negeri mereka, maka perusahaan-perusahaan yang selama ini mengandalkan pasar ekspor, dengan tujuan ke negara-negara yang melakukan kebijakan proteksi tersebut, pasti akan mengalami kesulitan yang luar biasa. Sebab, pasar yang selama ini di andalkan akan lenyap bersama kebijakan proteksi.
Mungkinkah kebijakan ”Beli Produk Amerika” dalam rencana stimulus perbaikan ekonomi Amerika Serikat akan menjadi ancaman buat para eksportir Indonesia? Waktu pasti akan menjawabnya!
Buat perusahaan-perusahaan Indonesia yang selama ini pasar utamanya ekspor, maka saatnya untuk mempelajari semua fenomena ekonomi di hari ini, agar langkah-langkah strategis yang kreatif dapat diciptakan buat membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.

Prediksi Nasib Dan Peruntungan Bisnis Anda Di Tahun 2009

"Tanamlah Pohon Bisnis Yang Sehat Dan Yang Menghasilkan Bunga Dan Buah Manis; Pastikan Juga Batang, Dahan, Dan Ranting-Rantingnya Kokoh, Agar Dalam Setiap Prediksi Dan Ramalan Pesimis, Anda Bisa Tetap Tersenyum Makmur Bersama Keuntungan Yang Berlipat Ganda." - Djajendra

Tidak semua bisnis akan sukses dalam kondisi ekonomi buruk. Pertanyaannya, apakah Anda berada dalam bisnis yang hebat untuk memenangkan kompetisi di tahun 2009?, ataukah mungkin Anda sedang melakoni bisnis yang semakin hari semakin ditinggalkan oleh para pembeli?
Ingat, sebuah bisnis dengan daya beli yang buruk akan tidur bersama penyakit kronisnya, untuk kemudian mati tanpa daya.
Melakukan evaluasi dan perubahan-perubahan untuk memastikan para pembeli tetap suka dengan produk dan jasa yang Anda tawarkan, adalah sangat penting agar Anda mampu survive bersama bisnis Anda di tahun 2009 ini.
Tahun 2009 sesungguhnya tahun yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi sayangnya banyak sekali prediksi dan ramalan ekonomi yang tidak memberikan sugesti optimis, termasuk lalai memberikan motivasi dan inspirasi positif kepada dunia bisnis. Jelas, hal ini akan berdampak negatif kepada para pebisnis yang berkarakter ragu dan pesimis.
Seharusnya tahun 2009 ini dijadikan sebagai tahun kerja keras untuk menata kembali fundamental bisnis secara jujur dan penuh integritas untuk sukses.
Kepanikan dan asal bicara dengan berbagai ramalan dan prediksi buruk, hanya akan menjadikan dunia bisnis sebagai tong sampah yang siap menampung kotoran akibat pikiran-pikiran negatif yang pesimis.
Berbagai ramalan dan prediksi ekonomi yang ada, pada dasarnya hanya memberitahukan mind set tentang orang-orang yang sedang membuat ramalan itu daripada kebenaran dan kepastian isi ramalan tersebut. Jadi, sebaiknya kita semua melihat 2009 dengan semangat untuk sukses, bukan dengan semangat untuk gagal.
Setiap peramal ekonomi dan bisnis selalu memiliki agenda yang mewakili kepentingan kelompok-kelompok tertentu, jika si peramal ekonomi dibayar atau tumbuh dilingkungan pesimis, maka Ia akan berbicara pesimis; jika Ia dibayar atau tumbuh dilingkungan optimis, maka Ia akan berbicara optimis. Lantas, maukah Anda dipermainkan oleh kata-kata tidak pasti dari para peramal ekonomi untuk tahun 2009.
Saran saya, sebaiknya Anda semua melakukan interospeksi diri bersama semua bisnis yang sedang Anda lakoni saat ini.
Selama bisnis Anda tetap diminati oleh para pembeli atau pelanggan, Anda tidak perlu ikut-ikutan panik bersama orang-orang yang berada bersama bisnis yang sudah kedaluwarsa.
Perlu diingat, sering sekali awal sebuah sengsara atau bencana berasal dari ketidakmampuan pebisnis untuk memahami siklus bisnis yang sedang mereka lakoni.
Para pebisnis sering sekali sulit untuk berbisnis dengan hati-hati; mereka cendrung lebih suka berspekulasi untuk mendapatkan keuntungan besar secara mudah, yang biasanya dibujuk oleh nafsu serakah, dan menciptakan sensasi dan ilusi untuk cepat-cepat kaya bersama pertumbuhan bisnis yang tidak logis, dan inilah benih dari sengsara itu. Jadi, prediksi nasib dan peruntungan bisnis Anda di tahun 2009, sangat tergantung pada keuletan, kejujuran, kerja keras, dan kecerdasan Anda dalam menyikapi situasi dan kondisi yang ada.
Anda pasti lebih pintar seribu kali dibandingkan para peramal yang meramalkan bisnis Anda. Sebab, mungkin Anda sudah berpuluhtahun bergelut dengan bisnis Anda, sedangkan si peramal bisnis Anda mungkin saja mengandalkan kekuatan program S3 nya, dan tidak pernah merasakan nafas bisnis seperti yang Anda rasakan selama ini. Oleh karena itu, jadikan semua ramalan dan prediksi ekonomi bisnis saat ini sebagai inspirasi, yang tidak menggoyahkan semangat Anda untuk melanjutkan misi dan visi bisnis Anda ke arah yang Anda impikan. Nasehat saya, bangkitlah dan jadilah pemenang dalam semua kompetisi bisnis Anda di tahun 2009.

Benarkah 2009 Tahun Krisis Ekonomi Global?

Melangkah Ke 2009 Dengan Optimis!

"Tak Ada Yang Istimewa Yang Pernah Dicapai Kecuali Oleh Mereka-Mereka Yang Berani Percaya Bahwa Ada Sesuatu Di Dalam Dirinya Yang Lebih Unggul Dibandingkan Keadaan." – Bruce Barton

Benarkah 2009 Tahun Krisis Ekonomi Global ?

"Untuk Menghindari Krisis Ekonomi, Janganlah Bekerja Dengan Mental Spekulasi, Janganlah Berkeluh - Kesah Ketakutan, Tapi Bekerjalah Dengan Mental Kalkulasi. Dan, Pagari Setiap Benih Risiko Krisis Sejak Dini." - Djajendra

Sebagian besar negara-negara ekonomi kuat saat ini sedang menyatakan dirinya dalam resesi ekonomi. Pada awalnya sumber krisis ekonomi dunia berasal dari kegagalan sebagian institusi keuangan di Amerika Serikat dalam mengantisipasi risiko kredit macet di sektor perumahan. Dampaknya, beberapa dari institusi keuangan Amerika Serikat mengalami kebangkrutan. Hal ini sangat mempengaruhi industri keuangan dan pasar modal di hampir semua negara-negara maju dan berkembang. Ini semua adalah implikasi dari globalisasi sektor keuangan, yang secara nyata kekuatannya ada di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Jelas, hal ini akan sangat berdampak negatif buat para eksportir Indonesia. Sebab, negara - negara maju tersebut merupakan pasar terbesar buat eksportir Indonesia, sehingga tahun 2009 diramalkan oleh banyak pihak sebagai tahun krisis ekonomi global, yang berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi dunia.
Situasi ini membuat perusahaan - perusahaan di Indonesia merasa pesimis dan takut akan hal ini, padahal Indonesia saat ini sedang menuju arah yang lebih baik dibandingkan tahun 1998. Trauma krisis ekonomi tahun 1997-1998 seharusnya tidak menjadi beban mental yang menakutkan para pengusaha di hari ini.
Saya pribadi sangat percaya bahwa kedewasaan berdemokrasi di Indonesia sedang masuk ke tahap yang menggembirakan, sehingga pelaksanaan pemilu 2009 di harapkan akan menjadi pesta demokrasi yang berkualitas tinggi, serta menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih pasti.
Semua pihak perlu memahami bahwa krisis muncul untuk mengoreksi sikap dan perilaku bisnis yang penuh dengan spekulasi. Jadi, perusahaan-perusahaan yang selama ini bekerja dalam tatakelola perusahaan yang dipagari oleh manajemen risiko yang tangguh, pasti tidak akan tergoncangkan oleh prediksi dan ramalan badai krisis ekonomi 2009.
Krisis ekonomi global bisa datang kapan saja, dan mengoreksi apa saja, tapi pemimpin sejati selalu mampu mempersiapkan perusahaannya untuk mengatasi semua ancaman maut dari krisis. Ia tidak pernah gentar dengan krisis, Ia akan bangkit dan mempersiapkan mental sumber daya manusianya untuk selalu bersemangat dalam melewati masa - masa sulit di hari krisis. Sebab, Ia tahu bahwa krisis ini hanyalah keadaan ekonomi sulit sesaat yang pasti segera berlalu.

Krisis Ekonomi Global Bukanlah Masalah Yang Tak Dapat Dipecahkan

"Untuk Menyelesaikan Sesuatu Hal Yang Besar, Kita Tidak Hanya Harus Bertindak, Tapi Juga Bermimpi; Tidak Hanya Merencanakan, Tapi Juga Yakin." – Alexander Graham Bell

Semua negara-negara besar yang mengalami bencana krisis ekonomi sedang menyusun langkah dan strategi penyelamatan ekonomi mereka secara besar-besaran. Termasuk pemerintah dan dunia usaha di Indonesia terus berpikir dan melakukan langkah-langkah terbaik dalam mengatasi krisis ekonomi global saat ini.
Acara Customer Gathering yang diselenggarakan oleh BNI’46 Palembang buat para Debitur, Rekanan SKK dan Mitra Bisnis nya di hari ini, adalah sebuah langkah nyata dari kepedulian dan perhatian BNI’46 kepada para stakeholder yang dipercaya. Oleh sebab itu, Debitur, Rekanan SKK dan Mitra Bisnis BNI’46 wilayah Sumbagsel, harus percaya diri untuk mengatasi semua masalah melalui solusi-solusi yang tepat dan benar.
Pemimpin perusahaan harus bisa menentramkan rasa kuatir dari para stakeholder terhadap reputasi dan kredibilitas perusahaan. Dan, mampu menyemangati mental psikologis dari para stakeholder perusahaan, seperti bank, karyawan, pemilik saham, pemasok, pelanggan, kantor pajak, dan yang lain – lainnya, harus diyakinkan dengan sepenuh hati dan kejujuran tinggi untuk saling membantu dan bekerja sama dalam mengatasi ancaman krisis ekonomi global.
Pemimpin perusahaan tidak boleh berpikir tentang hal - hal negatif, seperti kebangkrutan, ketidakmampuan, ketidakyakinan, atau mencoba menyerah di tengah ancaman badai krisis ekonomi global.
Kesulitan - kesulitan yang dihasilkan krisis ekonomi hanyalah sebuah keadaan sementara, yang perlu diatasi dengan pikiran jernih dan sikap sabar. Kepanikan yang berlebihan dan rasa takut hanya akan membuat semua orang di dalam organisasi menjadi gusar dan tidak percaya diri, sehingga pimpinan akan sulit untuk menjaga efisiensi, produktifitas dan cash flow dalam keseimbangan yang tepat, untuk memastikan agar perusahaan tidak oleng oleh krisis ekonomi global.

Menangkan Tantangan Krisis Global Dan Ambil Peluangnya.

"Inti Dari Penyelesaian Krisis Adalah Fokus Pada Semua Keunggulan Perusahaan, Dan Memberdayakan Semua Keunggulan Tersebut Dengan Menggunakan Rasa Percaya Diri, Semangat, Reputasi, Kredibilitas, Antusias, Serta Kerja Sama Dengan Semua Stakeholder Secara Komplit Dan Total." - Djajendra

Manusia adalah kreatifitas tidak terbatas. Dan, setiap upaya yang dilakukan secara sadar dengan keyakinan tinggi akan menghasilkan sukses yang memenangkan semua tantangan yang ada. Badai krisis ekonomi yang menimpa di hari ini merupakan kekeliruan dan kesombongan dalam membuat keputusan di masa lalu. Jadi, janganlah ragu untuk melakukan perubahan-perubahan positif dalam semangat menaklukkan krisis ekonomi global ini, dan ciptakan peluang-peluang besar untuk memperbaiki fundamental perusahaan.
Yakinkan setiap kekuatan di perusahaan, bahwa tahun 2009 akan menjadi tahun yang cemerlang buat pengembangan pasar. Kesulitan yang dihadapi perekonomian global pastilah dapat dikelola oleh masing-masing negara secara tepat dan benar. Jadi, tidaklah perlu terlalu kawatir tentang berbagai ramalan dan prediksi tentang ancaman krisis ekonomi global di tahun 2009.
Pastikan perusahaan mampu menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mengelola semua tekanan krisis terhadap sistem finansial perusahaan.
Kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan permintaan produk, jasa, dan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, akan menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi krisis, yang akhirnya akan memperkuat likuiditas perusahaan.
Tingkatkan kualitas pemasaran, produk, dan komunikasi kepada pelanggan. Ciptakan nilai tambah pada produk yang dijual. Ciptakan harga barang yang mampu memenangkan kompetisi pasar. Kembangkan bisnis ke pangsa pasar baru, dan tingkatkan perhatian pada pasar – pasar regular yang telah dimiliki saat ini.
Pemimpin perusahaan wajib memotivasi setiap kekuatan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing, melalui kualitas kerja, revitalisasi produk dan jasa, loyalitas pelanggan, dan bekerja dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang kreatif.
Menangkan tantangan krisis ekonomi 2009, dengan persepsi dan wawasan yang lebih optimis; motivasi yang menguatkan semua pihak diperusahaan untuk berjuang mengatasi krisis; kekuatan kecerdasan emosional yang mampu mengatasi rasa cemas dan takut; keterampilan baru dalam upaya mengatasi semua asumsi buruk; kemauan dan kemampuan untuk memecahkan semua masalah krisis dengan solusi jitu; dan kesiapan untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara optimal.

Catatan

Tulisan Ini Di Buat Untuk Mendukung Acara Customer Gathering BNI’46 Wilayah Sumbagsel, Bertajuk “Pencerahan Dan Dukungan Motivasi Dalam Memenangkan Tantangan Krisis Global Dan Memandangnya Dari Perspektif Peluang.”
Yang Diikuti Oleh Debitur SKM Palembang, Debitur SKC Palembang, Rekanan SKK Palembang, Mitra Bisnis Di Lingkungan BNI Wilayah Sumbagsel. Kamis, 18 Desember 2008, Jam 10.00 Wib S/D Selesai
Di Hotel Horison Palembang Krakatau 11 Function Room

Profile Pembicara
Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi. Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas-Jakarta. Sudah Lebih Dari 22,000 Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra. Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Sussess Secrets, Dan Pengetahuan. Dengan Harapan Para Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.
Karier Kerja Djajendra Adalah Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro, Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking Program Dari Barkeley University Di Hongkong