Kegagalan Selalu Menyediakan Jalan Menuju Sukses

"Sering Sekali Hobi Dan Pengalaman Pembelajaran Kita Kepada Sesuatu Hal, Menjadi Bekal Menuju Puncak Sukses." - Djajendra

Saya paling suka membaca biografi dari orang-orang sukses. Di dalam biografi, selalu ada nilai-nilai kehidupan seseorang dari berbagai aspek kehidupan ekonomi, kemanusian, sosial, emosional, spiritual, dan mental. Dari kebiasaan membaca biografi orang-orang sukses, mind set saya meyakini bahwa ada sebuah garis takdir yang membawa seseorang menuju kepada nilai-nilai kehidupan yang baru. Dalam pengamatan saya, garis takdir ini selalu melewati kisah-kisah kegagalan yang sangat menyedihkan, garis takdir ini juga yang memaksa seseorang untuk melakukan perubahan agar dia tidak tenggelam bersama nilai-nilai dan cara kehidupan lama. Garis takdir ini juga yang mendorong orang-orang untuk selalu bangkit dari masa-masa sulit, lalu menjadi sahabat perjalanan seseorang menuju puncak sukses.
Saya selalu mempercayai garis takdir sebagai cara Tuhan mengantar seseorang menuju puncak sukses. Hal ini dapat saya pahami melalui biografi-biografi yang saya baca. Di mana, setiap orang yang ingin sukses harus menjadi pribadi yang berani bangkit dari setiap kemunduran kehidupan, lalu mau mengikuti arus kehidupan, berani mengambil risiko, dan siap menciptakan strategi-strategi baru untuk cara kehidupan yang baru.
Suatu ketika saat di dalam pesawat menuju ke kota Medan, saya membaca sebuah biografi yang menceritakan kisah penuh inspiratif tentang Anita Roddick. Anita Roddick adalah kisah sukses dibalik kejayaan kerajaan bisnis The Body Shop. Saat ini, toko The Body Shop mungkin telah berkembang di lebih dari tujuh puluh negara, termasuk hampir di semua mal-mal di seluruh kota besar di Indonesia ada toko The Body Shop. Toko The Body Shop ini menjual barang-barang kosmetik dengan konsep ramah lingkungan, di mana Anita Roddick tidak menggunakan hewan sebagai bahan percobaan terhadap hasil-hasil temuan kosmetik, yang semuanya berasal dari bahan-bahan alam dan tanaman.
The Body Shop lahir bukan karena visi atau pun mimpi-mimpi besar dari Anita Roddick, The Body Shop lahir karena garis takdir yang membawa Anita Roddick ke bisnis kosmetik. Anita bersama suaminya Gordon Roddick mengalami kegagalan demi kegagalan di bidang ekonomi dan keuangan, semua usaha dan pekerjaan mereka harus gulung tikar. Mereka hanya menyadari bahwa hidup harus terus berjalan, mereka butuh makan, dalam keterdesakan ini, mereka dibimbing Tuhan melalui garis takdir mereka untuk membuat dan menjual kosmetik. Sebenarnya, Anita Roddick tidak memiliki pengalaman dan latar belakang keluarga yang berkecimpung dalam bisnis membuat kosmetik. Semua keberanian dia untuk berbisnis kosmetik lebih disebabkan dari hobi traveling sambil mengamati dan mempelajari budaya-budaya tradisional bangsa lain. Oleh karena itu, pada awal membuka usaha, Anita Roddick tidak mudah mendapatkan pinjaman atau pun pendanaan untuk bisnis The Body Shop tersebut, hingga pada akhirnya ada sebuah bank yang memberikan pinjaman sebesar empat ribu Pounds Sterling, yang digunakan Anita untuk membeli bahan baku, dan sebagai modal awal untuk jualan. Secara resmi toko The Body Shop pertama didirikan Anita Roddick, pada tahun 1976 di Brighton, Inggris. Di dalam sebuah buku Anita Roddick menulis, " saya tidak memperkirakan intuisi apa pun tentang gerakan cinta pada alam. Apa yang ada dalam benak saya saat itu, hanyalah satu, bertahan hidup."
Ketika kehidupan memaksa kita untuk mengikuti arus kehidupan yang penuh ketidakpastian, kita membutuhkan kecerdasan spiritual sebagai pembimbing untuk membaca tanda-tanda kehidupan, kita membutuhkan tekad dan semangat untuk survive. Lalu, mampu mengawasi setiap arus deras agar kita tidak hanyut dalam bahaya ketidakpastian hidup. Kegagalan selalu menyediakan jalan menuju sukses buat orang-orang yang mau berjuang terus hingga nafas terakhir.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com