Kegagalan Adalah Obat Untuk Menyembuhkan Sifat Sombong

"Kehidupan Ini Selalu Akan Memberikan Pelajaran Berharga Dalam Bentuk Kegagalan Dan Cobaan, Selama Kita Mau Berjuang Untuk Bangkit, Kita Akan Dicerahkan Dengan Nilai-Nilai Kehidupan Yang Membahagiakan Hati." -Djajendra


Saat karir dan kehidupan berjalan lancar tanpa hambatan, saat semua hal terlalu mudah untuk diraih, biasanya sifat sombong akan mengiringi perjalanan tersebut. Sifat sombong membuat diri merasa terlalu hebat dan cendrung menganggap remeh kepada kehidupan lain, dan selalu merasa superior tanpa mau merasa bahwa semua keberhasilan di hari ini hanyalah titipan Tuhan, dan bersifat tidak abadi. Tetapi, karena keberhasilan itu dilindungi dengan sikap sombong, maka perasaan dan pikiran selalu merasa terlalu pintar dan terlalu hebat untuk dibandingkan dengan orang lain.
Salah satu pelajaran berharga dari kehidupan buat orang-orang sombong adalah pelajaran tentang kegagalan. Kegagalan bisa hadir kapanpun dan dimanapun, kegagalan hadir untuk memberikan pencerahan dan menyadarkan seseorang dari perangkap sifat sombong. Ada orang-orang merasa begitu sombong dengan pengetahuan dan pengalaman hidupnya. Ada orang-orang merasa begitu sombong dengan materi kekayaan di sekitarnya. Ada orang-orang merasa begitu sombong dengan keyakinan dan kepercayaan dirinya yang sangat berlebihan. Ada orang-orang menjadi begitu sombong setelah mampu bangkit dari kemiskinan. Intinya, kesombongan itu dapat muncul dalam berbagai wujud dan perilaku. Sifat sombong hanya menjadikan seseorang mundur secara spiritual, mundur secara intelektual, dan mundur secara kemanusiaan.
Kita harus menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang melebihi orang lain. Kehidupan ini merupakan sebuah keseimbangan yang menempatkan setiap orang sebagai pribadi-pribadi istimewa dengan kelebihan-kelebihan dirinya untuk dimanfaatkan buat menjaga keseimbangan hidup. Jadi, saat ada orang-orang yang menjadi sombong oleh apa yang dimilikinya, dan cendrung menganggap orang lain lebih rendah, maka orang tersebut telah merusak keseimbangan kehidupan yang ada. Dan biasanya, alam akan selalu melakukan koreksi secara otomatis, melalui pelajaran kegagalan dengan tujuan agar orang-orang sombong itu segera tercerahkan dan sadar untuk memahami makna kehidupan yang sejati ini.
Setiap pribadi adalah sebuah dunia yang harus hidup dalam perasaan syukur dan terima kasih. Lalu, berjuang dalam sikap rendah hati dan penuh kasih sayang, untuk menemukan keindahan dunia yang ada di dalam dirinya.