Jangan Mengejar Sukses Melalui Kebiasaan Buruk

"Ketika Kita Mengejar Sukses Dengan Perasaan Syukur Dan Terima Kasih, Kita Akan Dilindungi Oleh Kekuatan Baik Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Sejati." – Djajendra

Kita semua pasti menginginkan sukses di semua bidang yang kita tekuni, tetapi sukses sejati hanya akan dihasilkan ketika pikiran, emosi, dan tindakan berada di jalan yang berintegritas tinggi dan jujur. Persoalannya, untuk terus berada di jalan yang benar dan jujur tidaklah mudah. Mungkin saja kita menginginkan setiap hal berjalan secara benar dan jujur, tapi mungkin saja lingkungan disekeliling kita tidak menghendaki kita menjadi benar dan jujur. Dan, hal ini merupakan tantangan dan sekaligus dilema yang harus diatasi secara bijaksana.
Saat kita tidak peduli terhadap prinsip-prinsip hidup yang berlandaskan kejujuran, keadilan, beretika, bermoral, dan berkebaikan, maka biasanya kita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sukses. Saat kita menghalalkan segala cara untuk meraih sukses, saat itu juga energi negatif akan menguasai diri kita. Pikiran bawah sadar secara otomatis akan merekam semua sikap, perilaku, dan niat negatif di dalam data base nya. Akibatnya, semua kesuksesan yang kita miliki akan menjebak kita di dalam penderitaan batin yang berkepanjangan. Perasaan takut rugi, perasaan takut kehilangan harta benda, perasaan gengsi, perasaan – perasaan negatif lainnya akan menjadi sahabat yang mengiringi perjalanan sukses kita. Artinya, secara materi dan penampilan kita di masyarakat terlihat luar biasa hebat, tapi secara internal batin dan pikiran, kita akan selalu berada di dalam penderitaan.
Kita tidak bisa membohongi diri kita, sebab di dalam diri kita ada sebuah kekuatan yang sangat jujur dan selalu mencatat apa adanya. Kekuatan itu disebut pikiran bawah sadar, otak besar atau otak kanan.
Saat ini banyak sekali para ahli sedang mencoba membuka misteri otak kanan, tapi menurut saya misteri otak kanan tetaplah akan menjadi misteri yang sejatinya merupakan rahasia Tuhan, dan memperlihatkan kebesaran Tuhan.
Saat kita mengejar sukses melalui kebiasaan buruk yang tanpa etika, maka sesungguhnya kita sedang menggiring diri kita ke dalam penderitaan. Ingat, diri kita tidak pernah bisa dibohongi, sebab ada otak kanan yang selalu menjadi tempat terjujur di dalam diri siapa pun.